Skoliosis adalah kondisi medis di mana tulang belakang melengkung secara tidak normal ke samping, membentuk huruf “C” atau “S”. Kondisi ini biasanya terdeteksi pada masa pertumbuhan, terutama pada saat remaja.
Umumnya, skoliosis tidak selalu menimbulkan gejala yang berat. Namun jika tidak segera ditangani dengan tepat bisa semakin parah seiring bertambahnya usia karena risiko terjadinya kerusakan sendi dan saraf tulang belakang.
Oleh karena itu, pelajari lebih lanjut mengenai apa itu skoliosis, penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya yang tepat di artikel ini.
Untuk membuat janji konsultasi, hubungi Lamina Pain and Spine Center di nomor WhatsApp 0811-8802-6621. Jangan tunda perawatan, segera dapatkan solusi kesehatan saraf kejepit terbaik di Lamina Pain and Spine Center!
Apa itu skoliosis?
Pengertian skoliosis biasanya dikaitkan dengan kondisi kelainan tulang belakang yang melengkung. Kelainan tersebut membuat pengidap skoliosis memiliki postur tubuh buruk atau tidak simetris.
Berbagai faktor risiko dapat memicu terjadinya skoliosis, seperti genetik, cedera, atau masalah tumbuh-kembang sejak lahir seperti celebral palsy atau muscular dystrophy.
Selain itu, kelainan tulang belakang ini juga lebih sering ditemukan pada perempuan dibanding laki-laki.
Penyebab skoliosis dan jenisnya
Skoliosis sendiri dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya, antara lain:
1. Idiopatik
Penyebab kelainan tulang belakang jenis ini belum diketahui secara pasti. Jenis idiopatik merupakan bentuk yang paling umum dan biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja.
Jenis ini umumnya tidak dapat dicegah dan tidak terkait dengan hal-hal lain seperti postur tubuh buruk atau dampak dari olahraga. Akan tetapi, faktor keturunan atau genetik biasanya menjadi yang paling berisiko untuk mengalami skoliosis idiopatik.
2. Kongenital
Skoliosis kongenital terjadi akibat kelainan perkembangan tulang belakang sejak dalam kandungan. Biasanya disebabkan oleh tulang belakang yang tidak tumbuh dengan normal ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Sehingga ini adalah salah satu penyebab genetik skoliosis.
3. Neuromuskular
Seperti yang sudah disebutkan di atas, skoliosis juga bisa disebabkan oleh penyakit yang memengaruhi otot saraf, seperti misalnya cerebral palsy atau distrofi otot.
4. Degeneratif
Untuk skoliosis jenis ini, biasanya disebabkan oleh penuaan, osteoarthritis, atau cedera. Adanya kerusakan di bagian tulang belakang dan kondisi tersebut semakin parah seiring bertambahnya usia.
Gejala skoliosis pada orang dewasa dan anak
Gejala awal skoliosis pada anak dan dewasa umumnya terlihat dari postur tubuh yang tidak simetris akibat tulang yang tidak sejajar. Penampilan di bagian dada, pinggul dan bahu akan berubah seperti menonjol di salah satu sisi.
Berikut adalah beberapa gejala kelainan tulang belakang yang dapat Anda kenali:
- Bahu atau pinggul yang tidak sejajar atau condong ke satu sisi
- Salah satu sisi punggung tampak lebih menonjol.
- Postur tubuh terlihat miring.
- Ada tonjolan di salah satu bagian pinggul.
- Nyeri dan mati rasa di bagian kaki yang disebabkan saraf kejepit.
- Pada kasus berat, skoliosis dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, kekakuan punggung, sesak napas, atau keterbatasan gerak.
- Kelelahan akibat otot yang menegang
Risiko dan komplikasi skoliosis
Jika tidak segera ditangani, skoliosis bisa menyebabkan sejumlah risiko dan komplikasi serius. Ini menunjukkan bahwa pengaruh skoliosis terhadap kualitas hidup cukup besar.
Berikut adalah komplikasi dan risiko skoliosis pada orang dewasa dan juga anak-anak:
1. Gangguan pernapasan
Kelengkungan tulang belakang yang berat bisa menekan paru-paru dan mengganggu fungsi pernapasan.
2. Masalah kardiovaskular
Jika semakin parah, skoliosis bisa memengaruhi fungsi jantung dan juga paru-paru.
3. Postur tubuh memburuk
Postur tubuh yang buruk akibat tulang belakang yang semakin melengkung dapat membuat kepercayaan diri menurun dan mengganggu penampilan.
4. Nyeri punggung kronis
Nyeri punggung berkepanjangan yang menjalar dari tulang belakang hingga pinggul, tangan dan kaki bisa terjadi, terutama pada orang dewasa yang sudah mengidap skoliosis sejak kecil.
5. Kerusakan saraf
Kerusakan saraf pada tulang belakang juga bisa terjadi jika kondisi sudah sangat parah. Saraf yang rusak dapat menimbulkan masalah lain, seperti misalnya inkontinensia, kelemahan pada tungkai, kesemutan, dan juga impotensi.
Bagaimana cara mendiagnosis skoliosis secara akurat?
Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap skoliosis, dokter spesialis ortopedi biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Dokter akan memeriksa apakah ada tulang yang menonjol pada rusuk dan punggung pasien saat berdiri dan juga membungkuk, serta kondisi saraf.
Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga serta gejala-gejala yang dialami, terutama saat pasien baru pertama kali menyadari adanya lengkungan tulang belakang.
Jika diperlukan, sejumlah tes pencitraan seperti MRI, X-ray, maupun CT-Scan untuk mengetahui adanya skoliosis dan mengukur derajat lengkungan tulang belakang dalam derajat Cobb.
Pengobatan dan penanganan skoliosis
Penanganan kelainan tulang belakang bergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya.
Pengobatan skoliosis tanpa operasi bisa dilakukan pada kondisi yang ringan, biasanya hanya diperlukan pengawasan rutin dan pengambilan X-ray setiap 4-6 bulan sekali untuk memastikan lengkungannya tidak bertambah parah.
Berikut beberapa metode penanganan yang bisa dilakukan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa:
1. Pengobatan skoliosis pada anak
Untuk anak-anak pengidap skoliosis ringan, belum dibutuhkan penanganan karena tulang belakangnya masih dapat kembali lurus seiring pertambahan usia. Meskipun begitu, tetap dibutuhkan pemantauan perkembangan penyakit oleh dokter.
Selain itu, perlu juga dilakukan perbaikan postur tubuh untuk meringankan gejala yang masih dirasakan.
Sementara untuk kondisi yang lebih parah, umumnya anak-anak akan diminta untuk memakai brace atau penyangga.
Walaupun tidak dapat mengembalikan atau memperbaiki kelainan bentuk tulang, namun penyangga bisa membantu mencegah lengkungan tulang belakang agar tidak lebih parah.
Umumnya penyangga atau korset skoliosis terbuat dari plastik yang dipakai di bagian bawah lengan, di sekitar tulang rusuk, dan di bagian bawah punggung serta pinggul yang mengikuti bentuk tubuh pasien.
Anak-anak harus mengenakannya sepanjang hari kecuali saat berolahraga dan boleh dilepas saat:
- Anak laki-laki mulai bertumbuh jenggot atau kumis
- Tinggi badan anak tidak bertambah lagi
- Dua tahun setelah anak perempuan mengalami haid atau menstruasi
Jika kondisi skoliosis sudah sangat parah, maka anak harus menjalani operasi perbaikan skoliosis, yakni operasi fusi tulang belakang dan tulang rusuk.
Biasanya tindakan ini dilakukan ketika lengkungan sudah lebih dari 50 derajat dan pengobatan yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
Pada operasi ini, dokter akan menempelkan tongkat ke tulang belakang atau tulang rusuk untuk menjaga agar tulang bisa tumbuh tanpa adanya kelainan lebih lanjut.
Maka dari itu, dokter akan menyesuaikan panjang tongkat mengikuti pertumbuhan anak. Kemudian dokter juga akan memberikan obat agar nyeri yang dirasakan cepat mereda.
2. Pengobatan skoliosis untuk orang dewasa
Bagi pengidap skoliosis dewasa yang kondisinya sudah cukup parah dan sering menyebabkan nyeri punggung, bisa menjalani terapi.
Terapi dan rehabilitasi untuk penderita skoliosis tersebut biasanya meliputi:
- Pemberian obat pereda nyeri non steroid, seperti paracetamol atau ibuprofen
- Pemberian suntikan kortikosteroid, terutama jika penderita mengalami tekanan di bagian saraf tulang belakang atau saraf kejepit, yang bekerja dalam waktu pendek
- Fisioterapi untuk memperkuat punggung, misalnya dengan metode Schroth
Selain terapi-terapi di atas, bisa juga melakukan olahraga yang dianjurkan untuk penderita skoliosis seperti yoga, berenang, pilates, dan latihan peregangan.
Olahraga tersebut berfungsi meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi rasa nyeri.
Prosedur operasi akan dilakukan apabila kelengkungan sudah lebih dari 50 derajat atau menyebabkan gangguan fungsi tubuh.
Masa pemulihan sepenuhnya dari operasi tulang belakang umumnya hingga waktu 1 tahun atau lebih. Beberapa operasi yang bisa dilakukan antara lain:
- Operasi penggabungan tulang agar membentuk satu tulang menggunakan batang logam, kait, sekrup, atau kabel
- Operasi laminektomi dengan mengangangkat sebagian dari tulang belakang yang melengkung agar menghilangkan tekanan pada saraf
- Operasi dekompresi untuk mengangkat salah satu bantalan atau cakram di tulang belakang
- Operasi kombinasi dari beberapa operasi di atas
Cara mencegah skoliosis
Sebagian besar kasus skoliosis, seperti jenis idiopatik, merupakan kondisi yang tidak dapat dicegah. Akan tetapi ada beberapa cara untuk mengelola kondisi tersebut agar tidak semakin parah, di antaranya:
- Deteksi dini sejak usia muda
- Aktivitas fisik seperti olahraga yoga dan pilates, serta program latihan aerobik ringan dan latihan kekuatan otot untuk pengidap skoliosis degeneratif
- Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, dan beraktivitas sehari-hari
Skoliosis adalah kondisi yang memengaruhi struktur tulang belakang dengan berbagai dampak yang beragam.
Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah timbulnya komplikasi yang bersifat permanen.
Demikian ulasan mengenai skoliosis beserta penyebab, gejala, dan cara pengobatannya.
Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala skoliosis, segera periksakan ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai. Semoga membantu!
Pilih Lamina Pain and Spine Center untuk Saraf Kejepit
Jika Anda mengalami gejala saraf kejepit atau masalah kesehatan tulang belakang lainnya, penting untuk segera mendapatkan pengobatan yang tepat guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Lamina Pain and Spine Center hadir sebagai solusi terpercaya untuk perawatan kesehatan sendi dan tulang. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus memilih Lamina Pain and Spine Center:
- Dokter Spesialis Berpengalaman
Di Lamina Pain and Spine Center, Anda akan mendapatkan pelayanan dari dokter spesialis yang ahli dan berpengalaman dalam menangani berbagai masalah sendi dan tulang, termasuk radang sendi.
Tim medis kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan diagnosis yang akurat, serta rekomendasi perawatan terbaik sesuai dengan kondisi Anda.
- Fasilitas Medis Terdepan
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal dengan menggunakan peralatan medis modern dan teknologi terkini.
Fasilitas kami dirancang untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi, sehingga proses pengobatan menjadi lebih cepat dan tepat.
- Pendekatan Pengobatan yang Menyeluruh
Lamina Pain and Spine Center tidak hanya fokus pada penanganan gejala, tetapi juga pada pencarian akar penyebab masalah kesehatan Anda.
Pendekatan holistik kami mencakup berbagai metode perawatan, termasuk fisioterapi dan saran gaya hidup sehat, untuk membantu proses penyembuhan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
- Pelayanan Ramah dan Profesional
Di Lamina Pain and Spine Center, kami selalu mengutamakan kenyamanan pasien. Tim medis kami siap memberikan perhatian penuh dan mendengarkan keluhan Anda, sehingga Anda dapat merasa dihargai dan mendapatkan solusi terbaik untuk kesehatan Anda.
Jika Anda mengalami radang sendi atau nyeri yang tidak kunjung sembuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kami di Lamina Pain and Spine Center.
Lokasi Kami
Lamina Pain and Spine Center terletak di Mampang, Jakarta Selatan, dengan cabang-cabang yang tersebar di Cibubur, Kuningan, dan Pulomas, memudahkan Anda untuk mengakses layanan kami.
Kami juga menawarkan layanan telekonsultasi melalui fitur Video Call di WhatsApp bagi Anda yang kesulitan untuk datang langsung ke Lamina Pain and Spine Center.
Untuk membuat janji konsultasi, Anda bisa menghubungi Lamina Pain and Spine Center di WhatsApp di nomor 0811-8802-6621. Jangan tunda perawatan, segera dapatkan solusi kesehatan terbaik di Lamina Pain and Spine Center!