Konten Artikel

Mengenal Saraf Skapular: Fungsi, Gangguan, dan Penanganannya

saraf skapular

Saraf skapular dorsal atau dorsal scapular nerve adalah jenis saraf yang bertanggung jawab atas pergerakan dan stabilitas bahu. Sama seperti lainnya, skapular juga bisa mengalami gangguan seperti saraf kejepit atau menegang akibat trauma.

Walau banyak yang tidak terlalu mengetahui jenis saraf ini, namun fungsisnya cukup vital untuk menjaga agar bahu dan punggung bagian atas tetap bekerja secara optimal.

Kenali lebih jauh mengenai pengertian, fungsi, serta penyebab utama saraf skapular bermasalah di artikel ini.

Jangan biarkan nyeri saraf kejepit membatasi Anda. Hubungi Lamina Pain and Spine Center hari ini melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk konsultasi dan pelajari lebih lanjut tentang bagaimana prosedur Joimax dapat membantu Anda kembali menjalani kehidupan yang aktif dan bebas nyeri.

Definisi dan fungsi saraf skapular

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saraf scapular berperan penting dalam stabilitas bahu dan punggung atas. Saraf ini merupakan cabang dari pleksus brakialis, khususnya dari akar saraf tulang belakang leher atau C5.

Lokasi tersebut menunjukkan adanya hubungan antara saraf skapular dan nyeri leher, misalnya karena adanya trauma atau cedera di bagian tersebut.  Scapular nerve menjalar ke bawah di sepanjang punggung, melewati otot-otot tertentu di sekitar bahu. 

Yakni otot rhomboid yang membantu menarik dan menstabilkan tulang belikat ke arah tulang belakang, serta otot levator scapulae yang berfungsi mengangkat tulang belikat sehingga memungkinkan pergerakan bahu secara fleksibel. Beberapa fungsi utama dari saraf scapular antara lain:

1. Stabilisasi tulang belikat

Baik saraf dan otot di sekitarnya punya fungsi membantu menjaga posisi tulang belikat selama aktivitas seperti mengangkat beban atau menarik sesuatu, sehingga meminimalisir risiko cedera saraf bahu.

2. Gerakan bahu

Bergerak secara dinamis bersamaan dengan otot rhomboid dan levator scapulae, saraf ini memungkinkan tubuh untuk mengangkat, menarik, dan memutar bahu.

3. Mendukung postur tubuh yang baik

Saraf ini juga berperan untuk mempertahakan postur tubuh yang tegak dan mencegah bahu membungkuk ke depan.

Jenis-jenis masalah saraf skapular yang dapat terjadi

Seperti saraf lainnya, saraf skapular dorsal juga dapat mengalami gangguan yang berdampak pada fungsi bahu dan punggung atas. Beberapa masalah umum yang dapat terjadi antara lain:

1. Penjepitan saraf

Penjepitan saraf biasanya menjadi penyebab utama nyeri pada area skapular. Gangguan ini sering terjadia akibat adanya tekanan dari otot di sekitarnya, terutama levator scapulae atau rhomboid.

Kondisi saraf kejepit di leher ini dapat menyebabkan serangkaian gejala, seperti rasa nyeri, kelemahan otot, atau ketidaknyamanan di area punggung bagian atas dan bahu.

2. Ketegangan otot kronis

Otot di sekitar saraf yang menegang secara kronis juga bisa menyebabkan nyeri bahu dan leher, karena adanya tekanan berlebih yang mengganggu fungsi saraf skapular.

Gejala saraf skapular yang terjepit

Gangguan atau masalah pada saraf skapular dorsal, terutama yang disebabkan oleh penjepitan atau tekanan, dapat menyebabkan sejumlah gejala. 

Beberapa di antaranya bisa menganggu aktivitas sehari-hari atau bahkan harus menjalani sejumlah perawatan seperti operasi untuk meredakannya.

Adapun gejala saraf skapular yang terjepit yang umum terjadi antara lain:

  • Nyeri pada bahu atau punggung atas, yang terasa tajam dan parah 
  • Nyeri leher yang menjalar ke area skapular
  • Kelemahan otot yang menyebabkan kesulitan untuk mengangkat atau menarik bahu
  • Rasa kebas, sensasi mati rasa, atau kesemutan
  • Rentang gerakan terbatas
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Bahu tampak tidak seimbang (muscle drop)

Penyebab gangguan saraf skapular terjepit

Penyebab nyeri kronis di bahu paling sering disebabkan oleh saraf skapular yang terjepit maupun peradangan dari otot di sekitarnya. Berikut adalah sejumlah penyebab yang umum terjadi:

1. Degenerasi diskus serviks

Pengikisan diskus tulang belakang bagian serviks dapat terjadi seiring bertambahnya usia atau disebut dengan degenerasi diskus. 

Proses ini dapat menyebabkan terjadinya gesekan antar diskus, yang berakibat robek atau menonjolnya bagian ini ke luar tulang belakang yang kemudian menekan saraf di sekitarnya.

Ketika hal ini terjadi di bagian leher atau serviks, tentunya dapat menyebabkan gangguan saraf terjepit.

2. Herniasi diskus

Sama seperti degenerasi diskus, herniasi diskus merupakan istilah lain dari menonjolnya diskus tulang belakang (prolapse diskus) yang kemudian menekan saraf di sekitarnya, termasuk saraf scapular.

3. Cubital tunnel syndrome

Cubital tunnel syndrome dan nyeri di bahu atau leher memang tidak bisa secara langsung terjadi, namun sindrom ini bisa jadi penyebabnya.

Sebab, sindrom ini terjadi karena adanya saraf ulnaris di area siku, yang dapat menjalar dari tangan hingga leher.

4. Cedera fisik

Cedera atau trauma langsung pada leher maupun punggung atas dapat merusak saraf skapular. Misalnya, akibat kecelakaan, olahraga intensif, atau gerakan berulang yang melibatkan bahu.

5. Olahraga

Pengaruh cedera olahraga terhadap saraf skapular merupakan masalah yang kerap terjadi pada atlet, terutama di bidang angkat beban. Hal ini disebabkan oleh tekanan yang berlebih di area bahu akibat mengangkat beban yang berat.

6. Postur tubuh yang buruk

Postur yang buruk, seperti membungkuk terlalu lama, dapat menyebabkan kompresi saraf di area skapular dan memicu rasa sakit.

Cara mendiagnosis masalah saraf skapular

Teknik diagnostik untuk masalah saraf skapular dapat dilakukan oleh dokter atau fisioterapis. Langkah awal untuk mendiagnosis biasanya meliputi pemeriksaan fisik dan tes neurologis.

Keduanya bertujuan untuk mendeteksi apakah adanya gejala-gejala seperti kelemahan otot atau nyeri, dan juga melakukan tes untuk mengevaluasi fungsi saraf dan memastikan tidak ada kerusakan saraf yang signifikan. 

Apabila terdapat gejala atau hasil evaluasi saraf yang tidak baik, langkah selanjutnya adalah melakukan tes pencitraan, misalnya dengan MRI atau CT Scan.

Tes ini berfungsi untuk memvisualisasikan area di sekitar saraf skapular dan mendeteksi adanya kompresi atau cedera.

Cara mengatasi saraf skapular yang bermasalah

Jika terdapat diagnosis gangguan pada saraf skapular dorsal, maka dokter atau terapis akan menyarankan sejumlah cara penanganan. Tentunya hal tersebut bergantung pada penyebab dan juga tingkat keparahan.

Berikut adalah beberapa opsi yang sering direkomendasikan:

1. Terapi fisik

Terapi fisik atau fisioterapi adalah cara mengatasi saraf skapular yang terjepit tanpa operasi yang paling sering direkomendasikan. 

Dokter akan merancang fisioterapi untuk pemulihan saraf skapular, meliputi latihan penguatan dan peregangan sesuai dengan kondisi pasien untuk mengurangi tekanan pada saraf dan memperbaiki postur tubuh.

2. Mengonsumsi obat pereda nyeri

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri di sekitar saraf. Sebaiknya hanya konsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

3. Kompres panas atau dingin

Mengompres bagian leher yang mengalami gejala juga bisa menjadi perawatan yang efektif. Kompres dingin dapat meredakan peradangan akut, sementara kompres panas meningkatkan sirkulasi darah untuk mempercepat penyembuhan.

4. Injeksi kortikosteroid

Untuk kasus yang lebih parah namun tidak memerlukan tindakan operasi, dokter mungkin dapat menyarankan injeksi obat kortikosteroid guna mengurangi peradangan di sekitar saraf.

5. Operasi bedah

Tindakan operasi biasanya jarang diperlukan, kecuali jika metode non-invasif tidak berhasil atau jika ada kerusakan serius pada saraf. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan tekanan pada saraf atau memperbaiki jaringan yang rusak.

Tips menjaga kesehatan saraf skapular dorsal

Mengingat peran saraf scapular dorsal yang vital untuk pergerakan bahu dan juga punggung atas, maka sangat penting untuk menjaga kesehatannya sehingga terhindar dari risiko gangguan. Ada beberapa latihan fisik yang dapat Anda lakukan, meliputi:

  • Peregangan leher: duduk tegak, tarik kepala ke arah bahu kanan dengan lembut, tahan selama 15-20 detik, lalu ulangi di sisi kiri
  • Latihan dinding: berdiri dengan punggung menempel pada dinding, angkat tangan ke atas seperti membentuk huruf “W”, lalu luruskan ke atas
  • Latihan penguatan otot rhomboid: gunakan resistance band untuk menarik tangan ke belakang, fokus pada kontraksi otot di antara tulang belikat

Selain latihan-latihan di atas, Anda juga dapat mencegah terjadinya masalah pada saraf skapular dengan menjaga postur tubuh yang benar, hindari aktivitas berulang, dan rutin berolahraga.

Saraf skapular dorsal memainkan peran penting dalam menjaga fungsi bahu dan punggung atas. Gangguan pada saraf ini dapat menyebabkan nyeri, kelemahan, atau keterbatasan gerak, tetapi dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa diatasi.

Jangan biarkan nyeri saraf kejepit membatasi Anda. Hubungi Lamina Pain and Spine Center hari ini melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk konsultasi dan pelajari lebih lanjut tentang bagaimana prosedur Joimax dapat membantu Anda kembali menjalani kehidupan yang aktif dan bebas nyeri.

Ditulis Oleh

Yogi Wicaksono

Tanggal Publikasi

May 9, 2025

Request Callbcak

Artikel Lainnya

Fakta Penting! Obesitas Dapat Meningkatkan Risiko Saraf Kejepit

obesitas - lamina pain and spine center

CESSYS Cervical Endoscopic Surgical System: Atasi Saraf Kejepit di Leher Tanpa Operasi

CESSYS Cervical Endoscopic Surgical System

Perhatikan! Kifosis Dapat Meningkatkan Risiko Saraf Kejepit

kifosis - lamina pain and spine center

Hiperlordosis: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

hiperlordosis