Konten Artikel

Saraf Kejepit di Punggung atau Tulang Belakang: Darimana Asal Nyerinya?

saraf kejepit di punggung atau tulang belakang - BESSENDOSKOPI

Saraf kejepit di punggung atau tulang belakang adalah salah satu kondisi yang sering menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang, terutama terkait lokasinya. Namun, apakah nyeri yang dirasakan berasal dari punggung atau tulang belakang? 

Meski kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, sebenarnya punggung dan tulang belakang memiliki peran dan anatomi yang berbeda. 

Memahami lokasi pasti dari saraf kejepit sangat penting untuk tujuan diagnosis dan perawatan yang tepat sebagaimana sumber masalah dan gejalanya dapat bervariasi tergantung pada area yang terkena. 

Hubungi Lamina Pain and Spine Center hari ini melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk konsultasi dan pelajari lebih lanjut tentang bagaimana prosedur Joimax dapat membantu Anda kembali menjalani kehidupan yang aktif dan bebas nyeri saraf kejepit.

Memahami Perbedaan Punggung dan Tulang Belakang

Sebelum menentukan apakah saraf kejepit terjadi di punggung atau tulang belakang, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan kedua area ini.

Punggung

Punggung mengacu pada bagian tubuh yang membentang dari bahu hingga pinggang. Area ini terdiri dari berbagai elemen, termasuk otot, tulang rusuk, jaringan lunak, serta tulang belakang sebagai struktur utama penopang.

Saraf yang berjalan melalui punggung melayani fungsi penting, seperti menggerakkan otot dan memberikan sensasi ke tubuh bagian belakang dan ekstremitas.

Tulang belakang

Pusat keberadaan sistem saraf ada di tulang belakang. Tulang belakang juga merupakan bagian dari punggung, namun memiliki peran spesifik sebagai rumah bagi saraf tulang belakang (spinal cord) yang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang (vertebra).

Tulang belakang terdiri atas beberapa bagian, yaitu leher (servikal), punggung atas (torakal), punggung bawah (lumbar), sakrum, dan tulang ekor.

Sebagian besar kasus saraf kejepit pada tingkatan berat, terjadi di area punggung, terutama di punggung bawah atau lumbar.

Meskipun punggung mencakup area yang lebih luas, banyak kasus saraf kejepit yang berhubungan langsung dengan masalah di tulang belakang. 

Hal ini karena saraf yang tertekan biasanya berasal dari sumsum tulang belakang dan kemudian menyebar ke area sekitar, termasuk otot-otot punggung. 

Oleh karena itu, nyeri di punggung umumnya menjadi indikasi adanya masalah di tulang belakang.

Apakah Saraf Kejepit Selalu Terjadi di Tulang Belakang?

Saraf kejepit tidak selalu terjadi di tulang belakang, namun memang tulang belakang merupakan salah satu lokasi yang paling umum.

Hal ini disebabkan oleh struktur kompleks tulang belakang yang melibatkan banyak saraf utama yang melintasi ruang sempit di antara vertebra.

Saraf kejepit di tulang belakang

Tulang belakang adalah pusat dari sistem saraf perifer, yang membawa sinyal dari otak ke seluruh tubuh. Ketika saraf di area ini tertekan oleh diskus yang bergeser (hernia nukleus pulposus), pertumbuhan tulang (bone spur), atau penyempitan saluran tulang belakang (stenosis spinal), kondisi ini dikenal sebagai saraf kejepit di tulang belakang.

Umumnya, saraf kejepit di tulang belakang terjadi di area lumbar atau leher, karena kedua area ini lebih rentan terhadap tekanan akibat aktivitas sehari-hari atau postur tubuh yang salah.

Saraf kejepit di punggung

Saraf kejepit yang dirasakan di area punggung mungkin bukan karena saraf di punggung itu sendiri yang tertekan, melainkan akibat iritasi atau tekanan yang terjadi di tulang belakang dan menjalar ke otot atau jaringan lunak di sekitar punggung. 

Dalam beberapa kasus, nyeri otot di punggung sering disalahpahami sebagai saraf kejepit, padahal penyebabnya adalah ketegangan otot atau postur yang buruk.

Lokasi terjadinya saraf kejepit dapat ditentukan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Jenis aktivitas yang dilakukan: Beban berat atau postur yang buruk saat bekerja umumnya berdampak besar kepada kondisi punggung bawah.
  • Riwayat cedera: Cedera langsung di punggung atau tulang belakang dapat memicu tekanan pada saraf tertentu.
  • Usia: Penuaan menyebabkan degenerasi tulang belakang, yang meningkatkan risiko saraf kejepit di tulang belakang.

Meskipun banyak kasus saraf kejepit berhubungan langsung dengan tulang belakang, area punggung yang lebih luas juga bisa menjadi lokasi munculnya gejala akibat penjalaran nyeri.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa penyebab utama nyeri untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Bagaimana Membedakan Gejala Saraf Kejepit di Punggung atau Tulang Belakang?

Memahami perbedaan antara saraf kejepit di punggung atau tulang belakang sangat penting agar dapat mengambil langkah pengobatan yang tepat.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membedakan keduanya:

Gejala saraf kejepit di tulang belakang

Saraf kejepit di tulang belakang biasanya memiliki gejala yang lebih spesifik dan umumnya berdampak kepada bagian tubuh yang lain. Beberapa tanda khas meliputi:

  • Nyeri yang menjalar: Nyeri dapat menjalar dari punggung bawah ke kaki (sciatica) atau dari leher ke lengan.
  • Kesemutan atau mati rasa: Gejala ini sering dirasakan pada jalur saraf tertentu, tergantung pada lokasi saraf yang terjepit.
  • Kelemahan otot: Jika saraf tertentu terganggu, otot yang terhubung dengan saraf tersebut bisa menjadi lemah.

Gejala saraf kejepit di punggung

Saraf kejepit di punggung cenderung lebih bersifat lokal dan tidak selalu menjalar ke area lain. Gejala umum meliputi:

  • Nyeri yang terfokus: Rasa sakit biasanya terbatas pada area tertentu di punggung dan jarang menjalar ke area sekitarnya.
  • Kekakuan pada otot: Punggung terasa kaku atau sulit untuk digerakkan, sering disertai dengan ketegangan otot.
  • Nyeri tertentu saat bergerak: Aktivitas seperti membungkuk atau mengangkat beban sering memicu rasa sakit.

Membedakan lokasi saraf kejepit bukan hanya soal mengidentifikasi sumber nyeri, tetapi juga menentukan langkah pengobatan yang paling efektif. 

Diagnosis yang tepat sangat penting untuk menghindari perawatan yang tidak sesuai, seperti salah penggunaan obat gosok untuk gejala yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut.

Diagnosis Saraf Kejepit di Punggung atau Tulang Belakang

Untuk memastikan diagnosis saraf kejepit, terutama dalam menentukan apakah kondisinya terjadi di punggung atau tulang belakang, dokter biasanya melakukan serangkaian pemeriksaan.

Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi pasti saraf yang tertekan serta tingkat keparahannya. Berikut langkah-langkah utama dalam diagnosis:

1. Pemeriksaan fisik

Pada tahap awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi pasien, misalnya dengan:

  • Tes refleks: Dokter akan mengetes refleks tubuh dengan alat khusus untuk melihat respons saraf. Refleks yang melemah atau tidak ada bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf di tulang belakang.
  • Tes mobilitas: Kemampuan bergerak akan diuji, seperti membungkuk, memutar tubuh, atau mengangkat lengan dan kaki. Jika ada keterbatasan gerakan atau muncul rasa nyeri, itu bisa menunjukkan area saraf yang terjepit.
  • Tes kekuatan otot: Kekuatan otot di lengan, tangan, atau kaki juga diperiksa. Saraf yang terjepit sering menyebabkan kelemahan otot pada area tubuh yang dipersarafi.

2. Penunjang diagnostik

Jika hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kemungkinan saraf kejepit, dokter akan melanjutkan dengan penunjang diagnostik untuk menentukan lokasi dan penyebab pastinya. Beberapa metode yang digunakan meliputi:

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging): MRI adalah alat yang paling akurat untuk mendeteksi saraf kejepit. Gambar detail yang dihasilkan dapat menunjukkan kondisi diskus, otot, dan jaringan di sekitar saraf yang tertekan.
  • CT Scan (Computed Tomography): CT scan sering digunakan untuk melihat struktur tulang belakang secara lebih jelas. Ini sangat berguna jika diduga ada herniasi diskus atau stenosis spinal.
  • X-ray: Meskipun tidak seakurat MRI atau CT scan, X-ray dapat membantu mendeteksi masalah struktural, seperti perubahan bentuk tulang belakang akibat degenerasi atau cedera.

Dengan kombinasi pemeriksaan fisik dan diagnostik penunjang, dokter dapat mengidentifikasi lokasi dan penyebab saraf kejepit, apakah berada di punggung atau tulang belakang.

Informasi ini menjadi dasar untuk merancang rencana perawatan yang efektif.

Perawatan dan Penanganan Berdasarkan Lokasi Saraf Kejepit

Perawatan saraf kejepit di punggung atau tulang belakang sangat bergantung pada lokasi spesifik dan tingkat keparahan kondisi tersebut. 

Penanganan yang tepat bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri, memperbaiki fungsi saraf, dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Berikut adalah pendekatan perawatan yang umum dilakukan berdasarkan lokasi terjadinya saraf kejepit:

1. Penanganan untuk saraf kejepit di tulang belakang

Saraf kejepit yang terjadi di tulang belakang, seperti pada herniasi diskus atau stenosis spinal, memerlukan pendekatan yang komprehensif, misalnya:

Terapi fisik

Terapi fisik menjadi langkah pertama dalam pengobatan saraf kejepit di tulang belakang. Melalui latihan yang dirancang khusus, terapi fisik bertujuan untuk menguatkan otot-otot di sekitar tulang belakang, meningkatkan fleksibilitas, serta memperbaiki postur tubuh.

Terapi ini juga membantu mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit dan mempercepat proses pemulihan.

Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (NSAID)

Obat anti-inflamasi seperti ibuprofen atau naproxen sering digunakan untuk mengurangi peradangan dan nyeri yang dihasilkan dari saraf kejepit.

Penggunaan obat-obatan ini dapat membantu mengurangi pembengkakan pada area tulang belakang yang terpengaruh, sehingga memperkecil tekanan pada saraf.

Kortikosteroid

Untuk kondisi yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan injeksi kortikosteroid yang diberikan langsung ke area sekitar saraf untuk meredakan peradangan dan nyeri.

Injeksi ini efektif dalam memberikan bantuan sementara bagi penderita saraf kejepit yang sulit diatasi dengan obat NSAID.

Suntik steroid epidural

Epidural steroid injection untuk mengurangi nyeri saraf kejepit dapat dilakukan di area tulang belakang. Dalam prosedur ini, obat steroid (biasanya berupa kortikosteroid) disuntikkan langsung ke ruang epidural, yaitu ruang sekitar saraf di tulang belakang.

Steroid bertujuan mengurangi peradangan dan pembengkakan yang menyebabkan tekanan pada saraf, sehingga membantu mengurangi rasa nyeri dan peradangan.

Operasi

Jika terapi konservatif gagal atau jika terjadi kerusakan saraf yang signifikan, operasi mungkin diperlukan. Prosedur seperti diskektomi (pengangkatan sebagian atau seluruh diskus intervertebralis) atau fusi tulang belakang dapat dilakukan untuk menghilangkan tekanan pada saraf dan memperbaiki struktur tulang belakang yang rusak.

Teknik operasi minimal invasif dengan TESSYS

TESSYS untuk operasi saraf kejepit di tulang belakang merujuk kepada teknik minimal invasif menggunakan endoskopi untuk mengakses area tulang belakang melalui sayatan kecil di kulit, tanpa memerlukan pemotongan besar.

TESSYS memungkinkan dokter untuk mengangkat jaringan atau tulang yang menekan saraf dengan lebih presisi dan minimal gangguan pada jaringan sekitar. 

Radiofrequency Ablation (RFA)

Radiofrequency Ablation (RFA) untuk nyeri saraf kejepit adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengatasi nyeri saraf kejepit, terutama yang disebabkan oleh peradangan atau iritasi pada saraf tulang belakang.

Prosedur ini melibatkan penggunaan gelombang radio frekuensi untuk menghasilkan panas yang ditujukan pada saraf tertentu yang terlibat dalam transmisi rasa nyeri.

2. Perawatan untuk nyeri punggung yang terkait saraf kejepit

Nyeri punggung yang diakibatkan oleh saraf kejepit memerlukan pendekatan pengobatan yang lebih fokus pada manajemen simptomatik dan perubahan gaya hidup:

  • Pengobatan simptomatik: Obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen atau NSAID digunakan untuk mengurangi gejala nyeri. Jika nyeri sangat parah, dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri yang lebih kuat, seperti opioid dalam jangka pendek. Selain itu, salep atau krim obat gosok dengan kandungan mentol atau capsaicin juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri otot di area punggung.
  • Terapi postur tubuh: Salah satu faktor utama yang memperburuk saraf kejepit di punggung adalah postur tubuh yang buruk, terutama saat duduk atau mengangkat benda. Terapis fisik atau ahli ergonomi dapat memberikan panduan mengenai postur yang benar, posisi tidur yang tepat untuk penderita saraf kejepit, ergonomi untuk mencegah saraf kejepit di kantor, serta latihan untuk memperbaiki ketidakseimbangan otot yang dapat menambah tekanan pada saraf punggung. Menggunakan kursi yang mendukung tulang belakang dan menghindari posisi tubuh yang memperburuk kondisi dapat membantu mengurangi nyeri dan mempercepat pemulihan.
  • Kompres dingin atau hangat: Penggunaan kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan, sedangkan kompres hangat dapat meningkatkan aliran darah dan membantu otot-otot yang tegang di punggung untuk lebih rileks. Teknik ini sering digunakan sebagai bagian dari perawatan rumah untuk mengelola nyeri akibat saraf kejepit di punggung.

Perawatan untuk saraf kejepit, baik di tulang belakang maupun di punggung, bergantung pada diagnosis yang tepat dan pengelolaan yang terintegrasi. 

Dengan pendekatan yang tepat, sebagian besar penderita saraf kejepit dapat mengalami perbaikan yang signifikan, baik dalam pengurangan rasa sakit maupun pemulihan fungsional.

Kesimpulan

Kesimpulannya, saraf kejepit di punggung atau tulang belakang dapat terjadi akibat tekanan pada saraf, baik di area leher, punggung bagian bawah, atau area lainnya.

Lokasi saraf kejepit sangat memengaruhi gejala yang dirasakan serta pendekatan perawatan yang diperlukan, baik itu melalui terapi fisik, obat-obatan, atau prosedur bedah seperti diskektomi. 

Diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai berdasarkan lokasi masalah sangat penting untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. 

Jika Anda mengalami gejala saraf kejepit, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi spesifik Anda.

Hubungi Lamina Pain and Spine Center hari ini melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk konsultasi dan pelajari lebih lanjut tentang bagaimana prosedur Joimax dapat membantu Anda kembali menjalani kehidupan yang aktif dan bebas nyeri saraf kejepit.

Ditulis Oleh

Yogi Wicaksono

Tanggal Publikasi

March 31, 2025

Request Callbcak

Artikel Lainnya

Radang Sendi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

radang sendi - lamina pain and spine center

Dekompresi Tulang Belakang: Pengertian, Manfaat, dan Metode yang Tepat

dekompresi tulang belakang

Perhatikan! Kifosis Dapat Meningkatkan Risiko Saraf Kejepit

kifosis - lamina pain and spine center

Nyeri Punggung Bawah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

nyeri punggung bawah