Saraf kejepit di pinggang atau lumbar radiculopathy adalah kondisi yang terjadi ketika saraf di tulang belakang bagian bawah mengalami tekanan atau kompresi.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke bokong, paha, atau bahkan kaki, serta gejala lain seperti mati rasa dan kelemahan. Tak jarang, saraf kejepit di pinggang dan sakit pinggang biasa sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang penyebab, gejala, dan cara menangani saraf kejepit di pinggang.
Jangan abaikan sakit saraf kejepit, segera atasi dan konsultasikan dengan dokter spesialis di Klinik Lamina. Hubungi Lamina Pain and Spine Center melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk membuat janji konsultasi.
Gejala Saraf Kejepit di Pinggang
Saraf kejepit di pinggang terjadi ketika akar saraf yang keluar dari tulang belakang lumbar tertekan. Kompresi ini biasanya disebabkan oleh masalah struktural seperti herniasi diskus, stenosis spinal, atau degenerasi tulang belakang.
Biasanya, saraf kejepit sering dikaitkan dengan nyeri yang menjalar ke area tubuh lainnya, yang dikenal sebagai sciatica jika nyeri menjalar ke kaki.
Ciri-ciri saraf kejepit di pinggang yang perlu diperhatikan dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kompresi saraf dan lokasi saraf yang terjepit. Beberapa gejala umum meliputi:
1. Nyeri Menjalar ke Bokong dan Kaki
Saat mengalami saraf kejepit, Anda akan mengalami nyeri di pinggang yang menjalar ke bokong dan kaki. Nyeri radikuler akibat saraf kejepit di pinggang dimulai dari punggung bawah dan menjalar ke bokong, paha, hingga kaki. Umumnya, rasa sakit ini sering dirasakan pada salah satu sisi tubuh.
Hal ini berbeda dari sakit pinggang biasa yang umumnya hanya terasa di area punggung bawah tanpa menjalar ke anggota tubuh lain.
2. Sensasi Kesemutan atau Mati Rasa
Sering kesemutan dan mati rasa adalah salah satu gejala khas dari saraf kejepit. Sensasi seperti kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar yang terjadi di sepanjang jalur saraf, sering kali hingga kaki atau jari-jari kaki.
Jika sakit pinggang biasa, jarang disertai gejala kesemutan atau mati rasa. Biasanya, pada sakit pinggang biasanya hanya mengalami ketegangan otot saja.
3. Kelemahan Otot
Saraf yang terjepit dapat menyebabkan kelemahan otot, terutama di kaki. Saraf kejepit juga dapat menyebabkan gangguan pada refleks tendon, seperti refleks pada lutut yang melemah.
Hal ini membuat penderitanya sulit berjalan atau mengangkat benda berat. Pada sakit pinggang biasa, kelemahan otot tidak umum terjadi.
4. Nyeri yang Memburuk dengan Gerakan Tertentu
Nyeri saraf kejepit sering memburuk saat duduk terlalu lama, membungkuk, atau mengangkat benda berat. Berbeda dari sakit pinggang biasa, nyeri pada sakit pinggang biasa cenderung mereda dengan istirahat atau pereda nyeri sederhana.
5. Rasa Sakit yang Persisten atau Kronis
Ciri khas saraf kejepit yang lain adalah rasa nyeri yang sering berlangsung lama dan cenderung kambuh jika tidak ditangani dengan benar. Sementara itu, pada nyeri pinggang biasa sering kali hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga minggu dengan istirahat.
Penyebab Saraf Kejepit di Pinggang
Saraf kejepit di pinggang terjadi ketika saraf di tulang belakang bagian bawah mengalami tekanan akibat herniasi diskus, stenosis spinal, atau gangguan lainnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut ini:
- Herniasi diskus: Salah satu penyebab utama yang terjadi ketika inti diskus tulang belakang menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya.
- Stenosis spinal: Penyempitan saluran tulang belakang yang menekan saraf.
- Degenerasi tulang belakang: Penipisan diskus atau pertumbuhan tulang berlebih (bone spur) akibat penuaan.
- Cedera atau trauma: Benturan langsung pada punggung bawah dapat menyebabkan tekanan pada saraf.
- Spondylolisthesis: Kondisi di mana salah satu tulang belakang bergeser ke depan dan menekan saraf.
- Kehamilan: Penambahan berat badan dan perubahan postur tubuh selama kehamilan dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang.
Lalu bagaimana Meralgia paresthetica dan hubungannya dengan nyeri saraf di pinggang? Ternyata Meralgia paresthetica adalah kondisi dimana saraf kejepit di paha, bukan di pinggang.
Kemudian bagaimana dengan Cubital tunnel syndrome dan kaitannya dengan nyeri saraf? Ternyata Cubital tunnel syndrome adalah salah satu penyebab saraf kejepit di tangan, bukan di pinggang.
Penanganan Saraf Kejepit di Pinggang
Untuk mengobat saraf kejepit, berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:
- Istirahat dengan mengurangi aktivitas yang memperberat punggung dapat membantu meredakan gejala.
- Gunakan kompres dingin untuk mengurangi peradangan, lalu kompres hangat untuk meningkatkan aliran darah.
- Fisioterapi bertujuan untuk memperkuat otot punggung dan meningkatkan fleksibilitas. Program terapi biasanya meliputi latihan peregangan dan penguatan otot inti dan punggung bawah.
- Obat-obatan, seperti ibuprofen atau paracetamol untuk mengurangi nyeri.
- Suntikan kortikosteroid di sekitar saraf untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
- Jika perawatan konservatif tidak berhasil, dokter mungkin merekomendasikan prosedur Injeksi Epidural Steroid dan Radiofrequency Ablation (RFA).
- Pada kasus yang parah, prosedur seperti disektomi atau laminektomi dapat dilakukan untuk menghilangkan tekanan pada saraf.
Cara Membedakan Saraf Kejepit dari Sakit Pinggang Biasa
Biasanya saraf kejepit memengaruhi saraf skiatik yang menjalar dari punggung bawah ke kaki, sehingga sering menyebabkan gejala nyeri yang menjalar (sciatica).
Sebaliknya, sakit pinggang biasa adalah rasa nyeri atau ketegangan di punggung bawah yang sering disebabkan oleh otot yang tegang, postur tubuh yang buruk, atau aktivitas fisik berlebih.
Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan saraf kejepit dan sakit pinggang biasa:
- Lokasi nyeri: Saraf kejepit sering menimbulkan nyeri yang menjalar ke kaki. Sementara sakit pinggang biasa hanya terasa di punggung bawah.
- Durasi nyeri: Nyeri saraf kejepit sering berlangsung lama atau menjadi kronis. Hal ini berbeda dengan sakit pinggang biasa cenderung hilang dalam waktu singkat.
- Jenis sensasi: Saraf kejepit disertai kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar. Namun, sakit pinggang biasa hanya berupa nyeri atau ketegangan otot.
- Pengaruh pada aktivitas: Saraf kejepit dapat mengganggu kemampuan berjalan atau berdiri. Pada sakit pinggang biasa, cenderung lebih mudah diatasi dengan perubahan postur atau istirahat.
Apakah Sakit Pinggang Biasa Bisa Menjadi Saraf Kejepit?
Sakit pinggang adalah salah satu keluhan yang paling umum dialami oleh banyak orang, terutama mereka yang aktif secara fisik atau memiliki pekerjaan yang melibatkan posisi duduk lama.
Namun, banyak yang bertanya-tanya, apakah sakit pinggang biasa dapat berkembang menjadi saraf kejepit?
Ternyata, sakit pinggang biasa juga berkembang menjadi saraf kejepit, terutama jika penyebabnya tidak ditangani dengan baik. Beberapa faktor yang dapat memperparah sakit pinggang biasa hingga menjadi saraf kejepit meliputi:
- Aktivitas yang melibatkan gerakan repetitif atau posisi tubuh yang salah dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan herniasi diskus atau penebalan jaringan yang menekan saraf.
- Cedera ringan pada punggung yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memperburuk kondisi, menyebabkan pergeseran struktur tulang belakang yang akhirnya menekan saraf.
- Gaya hidup yang kurang aktif dapat menyebabkan otot-otot di sekitar tulang belakang melemah. Hal ini meningkatkan risiko ketidakseimbangan otot dan tekanan berlebih pada tulang belakang.
- Pada lansia atau individu dengan kondisi seperti osteoartritis, sakit pinggang biasa dapat berkembang menjadi saraf kejepit akibat degenerasi tulang atau penyempitan ruang saraf.
Jika sakit pinggang biasa mulai menunjukkan gejala yang mengarah pada saraf kejepit seperti nyeri yang menjalar dari punggung bawah ke bokong, paha, hingga kaki, dan disertai mati rasa atau kesemutan, segera berkonsultasi dengan dokter.
Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup tetap optimal. Untuk mencegahnya, salah satu hal yan harus kita pelajari adalah posisi duduk yang benar untuk mencegah saraf kejepit.
Temukan Pengobatan Saraf Kejepit yang Tepat di Lamina Pain and Spine Center
Saraf kejepit di pinggang memiliki gejala khas yang berbeda dari sakit pinggang biasa, seperti nyeri menjalar, kesemutan, dan kelemahan otot.
Jika Anda mengalami gejala tersebut, penting untuk segera mencari bantuan medis agar diagnosis dan perawatan yang tepat dapat dilakukan. Dengan penanganan yang tepat, saraf kejepit dapat dikelola untuk mengembalikan kualitas hidup Anda.
Prosedur LESSYS untuk operasi minimal invasif saraf kejepit di pinggang tersedia di Lamina Pain and Spine Center. Klinik Lamina adalah pusat spesialis terpercaya untuk menangani saraf kejepit.
Kami memberikan solusi efektif untuk pemulihan Anda. Layanan kami meliputi:
- Pemeriksaan komprehensif.
- Program rehabilitasi medik.
- Layanan konsultasi berkelanjutan.
Kunjungi Lamina Pain and Spine Center di Mampang, atau cabang kami di Cibubur, Kuningan, dan Pulomas. Hubungi kami melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk konsultasi dan jadwal perawatan.
Lamina juga menyediakan layanan telekonsultasi dan layanan ambulans untuk membantu memudahkan pasien yang terkendala jarak.