Konten Artikel

8 Cara Mengobati Saraf Kejepit di Kaki Secara Alami dan Efektif

saraf kejepit di kaki

Saraf kejepit di kaki sering kali dihubungkan dengan sciatica, yaitu kondisi ketika saraf sciatic atau saraf terbesar dalam tubuh manusia, yang memanjang dari punggung bawah hingga kaki terjepit atau teriritasi.

Saraf tersebut berfungsi untuk mengontrol pergerakan dan sensasi pada kaki. Sehingga jika tertekan akibat berbagai penyebab dapat menyebabkan munculnya gejala yang cukup mengganggu, seperti rasa nyeri yang menjalar dari punggung bawah ke paha hingga kaki.

Ada beberapa cara yang dapat membantu mengobati saraf kejepit di kaki sebelah kanan atau kiri, dari yang tradisional seperti beristirahat hingga memerlukan operasi atau pembedahan. Baca penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Segera konsultasikan keluhan saraf kejepit Anda kepada ahli kami. Hubungi 0811-8802-6621 via WhatsApp untuk janji konsultasi dengan dokter spesialis Lamina Pain and Spine Center.

Penyebab saraf kejepit di kaki

Nyeri kaki bagian bawah bisa disebabkan oleh saraf kejepit yang menjalar ke bagian kaki. Kondisi nyeri menjalar (radiculopathy) tersebut terjadi karena adanya tekanan berlebih pada area saraf, umumnya bagian tulang belakang, karena berbagai faktor.

Beberapa penyebab saraf kejepit di kaki yang umum terjadi antara lain:

1. Hernia nukleus pulposus (HNP)

Lebih sering dikenal sebagai herniasi diskus, yakni kondisi di mana diskus atau bantalan sendi di tulang belakang bergeser, menonjol, atau robek dan kemudian menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini merupakan penyebab utama dari saraf kejepit.

2. Stenosis tulang belakang

Spinal stenosis atau stenosis tulang belakang adalah sebuah kondisi yang menyebabkan penyempitan di rongga tulang belakang dan dapat memberikan tekanan pada saraf, termasuk saraf skiatik

Kondisi ini yang paling umum menyebabkan rasa nyeri punggung yang menjalar ke kaki, sehingga menunjukkan hubungan antara skiatika dan saraf kejepit sangat erat.

3. Cedera atau Trauma

Cedera atau trauma akibat kecelakaan atau olahraga dapat menyebabkan saraf terjepit, terutama jika melibatkan tulang belakang atau area kaki.

4. Sindrom piriformis

Otot piriformis yang terletak di dekat saraf skiatik dapat menjadi tegang atau meradang, sehingga menekan saraf dan menyebabkan nyeri. 

5. Kegemukan atau obesitas

Berat badan berlebih memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang dan sendi, sehingga meningkatkan risiko saraf kejepit.

6. Postur tubuh yang salah

Duduk terlalu lama atau posisi tubuh yang tidak ergonomis dapat memberikan tekanan berlebih pada saraf. Hindari posisi duduk saraf kejepit yang dapat memperparah kondisi dengan membiasakan menegakkan punggung saat duduk dan menapakkan kaki di lantai.

Gejala saraf kejepit di kaki yang perlu diwaspadai

Selain rasa nyeri, gejala saraf kejepit di kaki dan pinggung tentunya bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Semakin parah gejala, tentu yang dirasakan pasti semakin sakit dan kemungkinan besar mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala-gejala yang tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu apalagi jika sudah diobati, misalnya seperti sindrom nyeri kronis, memerlukan perhatian medis segera dan jangan diabaikan.

Berikut adalah beberapa gejala yang umum terjadi:

  • Nyeri yang menjalar dari punggung bawah hingga ke paha, betis, dan kaki
  • Sensasi kesemutan atau seperti tertusuk jarum, terutama saat duduk atau berdiri terlalu lama
  • Mati rasa
  • Kelemahan otot sehingga sulit berjalan atau mengangkat kaki
  • Sensasi terbakar di sepanjang kaki yang terkena
  • Keterbatasan dalam bergerak, terutama ketika membungkuk atau berjalan

Cara mengobati saraf kejepit di kaki

Mengatasi saraf kejepit di kaki memerlukan pendekatan yang tepat. Ada beberapa cara mengobati saraf kejepit di kaki secara alami maupun menggunakan obat-obatan dan juga operasi.

Setelah berkonsultasi, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan gejala dan kondisi yang dialami pasien. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Istirahat yang cukup

Beristirahat sejenak dari aktivitas yang berat dan juga tetap menjaga postur tubuh yang benar saat duduk, berdiri, atau tidur dapat membantu meredakan gejala-gejala seperti rasa nyeri.

Cara ini cukup efektif untuk mengatasi gejala terutama setelah berada dalam satu posisi yang cukup lama. 

2. Fisioterapi

Terapi untuk saraf kejepit di kaki paling efektif untuk mengatasi saraf adalah fisioterapi. Dengan menggunakan sejumlah latihan tertentu yang bertujuan untuk menguatkan otot dan tulang belakng, tak hanya membantu meringankan tekanan pada saraf, namun juga mengubah postur tubuh jadi lebih baik.

3. Kompres dingin dan hangat

Anda juga dapat mengompres area kaki yang mengalami rasa sakit. Gunakan kompres dingin untuk mengurangi peradangan, kemudian kompres hangat untuk membantu melancarkan aliran darah ke area yang terjepit.

4.  Olahraga ringan

Olahraga ringan seperti latihan peregangan, berjalan kaki, berenang, atau yoga dapat membantu mengurangi gejala. Akan tetapi hindari olahraga berat karena dapat memperburuk kondisi.

5. Terapi listrik

Terapi TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) merupakan salah satu jenis fisioterapi yang menggunakan arus listrik rendah yang dialirkan melalui kulit dari perangkat khusus. 

6. Obat-obatan

Pada gejala yang cukup kronis, dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen untuk mengurangi peradangan dan juga rasa nyeri.

7. Injeksi kortikosteroid

Apabila obat antiinflamasi tidak cukup efektif atau gejala terlalu parah, dokter bisa merekomendasikan injeksi kortikosteroid di area saraf yang tertekan.

Salah satu jenis steroid ini dapat membentu meredakan rasa nyeri dengan menekan peradangan di sekeliling saraf yang terkena.

8. Operasi atau pembedahan saraf kejepit di kaki

Jika metode konservatif tidak berhasil dan kondisi semakin parah, operasi mungkin menjadi pilihan terakhir untuk melepaskan tekanan pada saraf.

Apabila Anda tidak ingin menjalani pembedahan, maka bisa mencoba jenis operasi minimal invasif seperti Joimax dengan tingkat efektivitas tinggi. 

Tips mencegah saraf kejepit di bagian kaki dan pinggul

Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati, khususnya untuk masalah saraf kejepit di kaki. Dengan menjalani beberapa cara pencegahan, maka Anda juga dapat menghindari risiko ke depannya.

Hal utama yang dapat Anda lakukan untuk mencegah saraf terjepit adalah memperbaiki postur tubuh. Kita paling sering tidak menyadari bahwa postur tubuh saat melakukan satu posisi dalam waktu yang lama bisa menjadi salah.

Sebagai contoh, pekerja kantoran yang duduk dalam waktu lama sering menyilangkan kakinya sehingga menyebabkan saraf tertekan.

Pastikan postur tubuh benar dengan punggung tegap saat duduk, berdiri, atau tidur, dan gunakan kursi yang ergonomis saat bekerja.

Langkah selanjutnya adalah melakukan peregangan secara rutin untuk membantu menguatkan otot, menjaga fleksibilitas, dan kekuatan tulang belakang.

Mengurangi berat badan dan menjaganya tetap ideal juga dapat membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang. Terapkan gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga dan juga mengonsumsi makan-makanan sehat, terutama yang kaya vitamin D untuk mendukung kekuatan pertumbuhan tulang.

Selain itu, hindari juga mengangkat beban berat tanpa menggunakan teknik yang benar, yakni menekuk lutut bukan punggung atau membungkuk. 

Saraf kejepit di kaki dapat menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang signifikan. Namun, dengan penanganan yang tepat, gejala dapat dikelola dan aktivitas sehari-hari dapat kembali normal. 

Atasi Saraf Kejepit di Kaki di Lamina Pain and Spine Center

Nyeri saraf kejepit tak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga menurunkan kualitas hidup. Ingin bebas dari rasa sakit dan kembali beraktivitas dengan lancar?

Lamina Pain and Spine Center menghadirkan solusi inovatif melalui prosedur Joimax – terapi minimal invasif yang efektif mengatasi saraf kejepit tanpa operasi besar. Pemulihan lebih cepat, rasa nyeri minimal, dan Anda bisa kembali produktif dalam waktu singkat!

Apa Keunggulan Joimax di Lamina Pain and Spine Center?

1. Prosedur Singkat dengan Tingkat Nyaman Maksimal

Tidak perlu rawat inap lama atau pemulihan berbulan-bulan. Joimax dirancang untuk memberikan hasil optimal dengan waktu perawatan yang singkat.

2. Dibimbing oleh Ahli Tulang Belakang Berpengalaman

Tim dokter spesialis kami telah menangani ratusan kasus saraf kejepit. Setiap langkah perawatan dipersonalisasi sesuai kondisi kesehatan Anda.

3. Teknologi Canggih untuk Akurasi Tinggi

Fasilitas medis kami dilengkapi peralatan terkini yang memastikan prosedur berjalan presisi, meminimalkan risiko dan memaksimalkan kesembuhan.

4. Hasil Terukur, Kualitas Hidup Meningkat

Pasien melaporkan pengurangan nyeri signifikan pasca-prosedur, disertai peningkatan mobilitas untuk mendukung aktivitas harian.

5. Fasilitas Modern & Layanan Ramah Pasien

Dari konsultasi hingga pemulihan, Anda akan merasakan pelayanan prima di ruangan nyaman yang didesain untuk mendukung proses penyembuhan.

Segera konsultasikan keluhan saraf kejepit Anda kepada ahli kami. Hubungi 0811-8802-6621 via WhatsApp untuk janji konsultasi dengan dokter spesialis Lamina Pain and Spine Center. Buktikan sendiri bagaimana Joimax bisa menjadi langkah awal hidup tanpa nyeri!

Ditulis Oleh

Yogi Wicaksono

Tanggal Publikasi

February 2, 2025

Request Callbcak

Artikel Lainnya

Fakta Penting! Obesitas Dapat Meningkatkan Risiko Saraf Kejepit

obesitas - lamina pain and spine center

Kenali Bahaya Gaya Hidup Sedentari dan Cara Mengatasinya

gaya hidup sedentari - lamina pain and spine center

CT Scan: Fungsi, Persiapan, Keunggulan, & Perbedaan dengan MRI

ct scan