Konten Artikel

10 Penyebab Saraf Kejepit di Jari Tangan dan Cara Menanganinya

saraf kejepit di jari tangan

Saraf kejepit di jari tangan bisa menimbulkan beberapa gejala yang mengganggu, seperti nyeri atau mati rasa pada jari tangan. 

Penyebab kondisi tersebut biasanya dikaitkan dengan gangguan lainnya seperti carpal tunnel syndrome, namun juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Contohnya aktivitas berulang, cedera, atau kondisi medis tertentu.

Jika Anda memiliki keluhan nyeri saraf kejepit yang tak kunjung sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kami di Lamina Pain and Spine Center untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Silakan menghubungi tim kami melalui nomor Whatsapp 0811-8802-6621.

Nah, apa saja faktor yang dapat menjadi penyebabnya dan juga cara mengobati saraf kejepit di jari tangan? Simak selengkapnya di artikel ini.

Penyebab saraf kejepit di jari tangan dan cara mengatasinya

Penyebab munculnya gejala mati rasa di jari tangan akibat saraf terjepit yang paling utama karena adanya tekanan berlebih pada saraf median atau ulnaris. 

Saraf ulnaris dan pengaruhnya pada jari sangat besar, karena fungsinya untuk mengontrol pergerakan dan sensasi di jari tangan. Oleh karena itu, jika ada kondisi atau faktor tertentu yang menekan saraf ini bisa menimbulkan nyeri dan sejumlah gejala lainnya. 

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab saraf kejepit di jari tangan, berikut di antaranya beserta cara mengatasinya:

1. Gerakan berulang

Melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan tangan dan jari berulang seperti mengetik, menjahit, menulis, menggunakan ponsel, atau bekerja dengan alat berat dapat menyebabkan peradangan dan tekanan pada saraf tangan. 

Ini alasan mengapa kondisi saraf kejepit di tangan dan sekitarnya kerap terjadi pada pekerja kantoran yang menghabiskan waktu cukup lama mengetik di laptop ataupun komputer.

Cara mengatasinya:

  • Istirahatkan tangan secara berkala
  • Lakukan peregangan atau stretching tangan sebelum dan sesudah aktivitas
  • Gunakan alat bantu ergonomis untuk membantu mengurangi tekanan pada tangan, contohnya seperti bantalan untuk menopang pergelangan tangan saat mengetik

2. Cedera atau trauma

Cedera saraf akibat aktivitas fisik, benturan, jatuh, atau kecelakaan merupakan faktor utama yang dapat menimbulkan cedera atau trauma.

Akibatnya menjadi patah tulang, dislokasi, atau cedera pada tangan dapat menyebabkan pembengkakan yang menekan saraf. Cara untuk mengatasi kondisi ini antara lain:

  • Mengompres area yang cedera dengan es untuk mengurangi pembengkakan
  • Menggunakan perban atau gips untuk mengurangi gerakan berlebihan
  • Menghindari aktivitas berat hingga kondisi membaik

3. Carpal tunnel syndrome

Selain penyebab umum seperti aktivitas berulang atau cedera, saraf kejepit di jari tangan paling sering disebabkan oleh carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal.

Sindrom ini terjadi akibat adanya tekanan pada saraf median yang melewati pergelangan tangan, sehingga umumnya gejala akan dirasakan di area tersebut dan dapat menjalar hingga ibu jari, telunjuk, serta jari tengah.

Aktivitas berulang seperti mengetik atau menggunakan mouse dalam waktu lama dapat menjadi pemicu utama kondisi ini. Berikut cara untuk mengatasi carpal tunnel syndrome:

  • Menggunakan wrist splint untuk menopang pergelangan tangan
  • Melakukan latihan peregangan tangan
  • Mengurangi aktivitas yang memberi tekanan pada saraf
  • Jika gejala memburuk, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, seperti fisioterapi atau tindakan medis lain

4. Cubital tunnel syndrome

Selain sindrom carpal tunnel, gangguan lainnya yang serupa seperti cubital tunnel syndrome juga bisa menjadi penyebab saraf kejepit di jari tangan.

Pada sindrom ini, tekanan pada saraf terjadi di bagian siku yang menjalar hingga pergelangan tangan dan jari atau neuropati ulnaris.

Kompresi saraf pada siku dan dampaknya pada tangan bisa mengakibatkan sejumlah gejala seperti rasa nyeri, mati rasa, dan kesemutan. Untuk mengatasi saraf kejepit akibat cubital tunnel syndrome bisa menggunakan cara-cara berikut:

  • Mengistirahatkan siku dan menghentikan aktivitas yang dapat memperburuk gejala
  • Menggunakan brace atau elbow pad pada siku
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri
  • Menyuntikkan obat antiinflamasi atau kortikosteroid 
  • Menjalani operasi dekompresi, transposisi saraf ulnaris, atau pemotongan ligamen jika kondisi sudah cukup parah

5. Radang sendi

Penyakit radang sendi seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis dapat menyebabkan peradangan yang menekan saraf di sekitar jari tangan, sehingga menimbulkan nyeri dan kesulitan dalam menggenggam benda.

Untuk mengetahui kondisi ini tentunya harus mendapatkan diagnosis dokter terlebih dahulu. Dokter juga dapat menganjurkan beberapa langkah di bawah untuk mengatasi gejalanya:

  • Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Fisioterapi untuk meningkatkan fleksibilitas tangan
  • Menggunakan kompres hangat untuk meredakan nyeri
  • Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada sendi

6. Diabetes juga penyebab saraf kejepit di jari tangan

Tidak banyak yang tahu bahwa saraf kejepit juga bisa disebabkan oleh diabetes. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf, menyebabkan kondisi neuropati perifer yang sering menyerang tangan dan kaki. 

Neuropati perifer adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan, namun hanya dapat diatasi dengan mengelola gejalanya. Adapun caranya antara lain:

  • Mengontrol kadar gula darah dengan pola makan sehat
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah
  • Menggunakan obat yang diresepkan dokter untuk mengelola neuropati

7. Kista atau tumor

Pertumbuhan jaringan abnormal di tangan atau pergelangan tangan dapat memberikan tekanan pada saraf. Salah satu contohnya adalah kista ganglion, yakni benjolan berisi cairan yang dapat tumbuh di sekitar sendi tangan dan menekan saraf di sekitarnya.

Cara mengobati kista atau tumor bergantung pada jenis penyakitnya. Akan tetapi, secara umum dapat diatasi dengan langkah berikut:

  • Menggunakan obat antiinflamasi jika diperlukan atau yang diresepkan oleh dokter
  • Menghindari aktivitas yang memperparah nyeri
  • Jika kista membesar dan mengganggu mungkin memerlukan tindakan medis yang akan dianjurkan oleh dokter

8. Kehamilan

Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan retensi cairan, yang meningkatkan tekanan pada saraf di tangan dan menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu seperti kesemutan dan mati rasa. 

Mengatasi kondisi ini memerlukan konsultasi dokter terlebih dahulu, namun biasanya dokter akan meresepkan obat pereda nyeri atau latihan peregangan yang aman untuk bayi dan dilakukan oleh calon ibu.

9. Postur yang buruk

Postur tubuh yang buruk atau posisi tangan yang salah saat bekerja, seperti membungkuk saat mengetik atau menggenggam sesuatu dengan kuat, dapat menyebabkan tekanan berlebih pada saraf.

Ditambah lagi jika siku terlalu menekuk atau dalam posisi yang salah dalam waktu yang lama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cara-cara berikut:

  • Menyesuaikan posisi tangan agar lebih ergonomis
  • Menggunakan sandaran tangan saat bekerja
  • Melakukan latihan untuk saraf kejepit di jari tangan seperti peregangan untuk meningkatkan fleksibilitas otot 
  • Berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan anjuran fisioterapi untuk saraf kejepit pada tangan

10. Defisiensi vitamin B

Terakhir, salah satu kondisi yang juga tidak banyak diketahui dapat menyebabkan saraf kejepit di jari tangan adalah kekurangan vitamin B, terutama B6 dan B12. 

Pasalnya, vitamin B12 dalam tubuh turut berperan terhadap metabolisme pembentukan myelin, yaitu lemak yang melapisi dan melindungi saraf tepi atau perifer. 

Jika tubuh mengalami kekurangan vitamin ini maka dapat dapat rentan mengalami neuropati perifer atau gangguan saraf tepi yang ditandai dengan kesemutan dan kelemahan pada tangan.

Bagaimana cara mengatasinya? Berikut di antaranya:

  • Mengonsumsi makanan kaya vitamin B seperti daging, ikan, dan sayuran hijau
  • Menggunakan suplemen vitamin sesuai anjuran dokter
  • Menjaga pola makan sehat dan seimbang

Gejala saraf kejepit di jari tangan

Tergantung dari tingkat keparahan dan penyebabnya, gejala saraf kejepit pada tangan dan jari dapat bervariasi. Sehingga, gejala yang ditimbulkan oleh carpal tunnel syndrome akan berbeda dengan yang disebabkan oleh cedera atau trauma.

Berikut adalah gejala yang umum terjadi:

  • Sensasi kesemutan seperti tertusuk jarum yang biasanya terjadi di ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis
  • Mati rasa atau kebas
  • Nyeri bisa muncul di tangan, pergelangan tangan, atau menjalar hingga lengan
  • Kelemahan otot yang menyebabkan kesulitan untuk menggenggam atau memegang benda kecil
  • Rasa terbakar sering dirasakan di bagian tangan yang terkena
  • Gejala yang terasa memburuk di malam hari, terutama saat tidur
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengetik, menulis, atau mengangkat benda

Mengetahui apa saja yang menjadi penyebab saraf kejepit di jari tangan sangat penting untuk bisa mendapatkan penanganan yang sesuai dan tepat. Dengan perawatan yang sesuai, tentunya kondisi ini dapat dikelola dengan baik dan aktivitas sehari-hari dapat kembali normal.

Jika Anda memiliki keluhan nyeri saraf kejepit yang tak kunjung sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kami di Lamina Pain and Spine Center untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Silakan menghubungi tim kami melalui nomor Whatsapp 0811-8802-6621.

Ditulis Oleh

Yogi Wicaksono

Tanggal Publikasi

May 25, 2025

Request Callbcak

Artikel Lainnya

Kenali Bahaya Gaya Hidup Sedentari dan Cara Mengatasinya

gaya hidup sedentari - lamina pain and spine center

Ketahui Manfaat Obat Kortikosteroid untuk Saraf Kejepit

kortikosteroid

Sacroiliac Joint Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Sacroiliac Joint Syndrome