Konten Artikel

Ciri-ciri Posisi Duduk Saraf Kejepit yang Harus Dihindari

posisi duduk saraf kejepit

Banyak yang masih meremehkan efek posisi duduk buruk pada tulang belakang. Padahal, posisi duduk yang salah bisa menyebabkan saraf kejepit.

Saraf kejepit adalah sebuah kondisi yang bisa terjadi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau ligamen, terutama bagi mereka yang sering bekerja dalam posisi duduk sepanjang hari.

Lantas, bagaimana cara memperbaiki posisi duduk untuk nyeri pinggang akibat saraf kejepit dan seperti apa postur tubuh yang ideal untuk duduk agar terhindar dari kondisi tersebut? Simak selengkapnya di artikel berikut.

Hubungi Lamina Pain and Spine Center hari ini melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk konsultasi dan pelajari lebih lanjut tentang bagaimana prosedur Joimax dapat membantu Anda kembali menjalani kehidupan yang aktif dan bebas nyeri.

Bagaimana posisi duduk saraf kejepit yang salah?

Pengaruh postur tubuh terhadap saraf kejepit sangat besar dan banyak yang mengabaikannya. Bahkan seringnya, baru menyadari saat sudah terjadi berbagai gejala seperti nyeri pinggang dan punggung bawah serta kesemutan.

Duduk dengan posisi yang salah dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, khususnya area punggung bawah dan leher. 

Tekanan ini dapat menyebabkan cakram tulang belakang bergeser dan menekan saraf di sekitarnya. Nah, kompresi saraf akibat tekanan berlebih ini dikenal sebagai saraf kejepit.

Postur kerja yang salah saat duduk seperti membungkuk, menyilangkan kaki terlalu lama, atau duduk tanpa sandaran punggung adalah beberapa kebiasaan yang meningkatkan risiko kondisi tersebut.

Ketika tubuh berada dalam posisi duduk yang tidak ergonomis, distribusi beban tubuh menjadi tidak merata, memicu stres berlebih pada area tertentu. 

Akibatnya, selain risiko saraf kejepit di pinggang, masalah lain seperti nyeri punggung bawah, leher kaku, dan postur tubuh yang buruk juga dapat muncul.

Untuk menghindari risiko-risiko tersebut bisa dilakukan dengan selalu memperhatikan postur tubuh yang ideal saat duduk. Tidak hanya itu, menggunakan peralatan ergonomis yang mendukung posisi duduk yang sehat juga sama pentingnya.

Jenis posisi duduk saraf kejepit yang perlu dihindari

Penyebab nyeri pinggang saat duduk paling sering adalah posisi yang salah. Duduk terlalu lama dengan posisi tersebut bisa berdampak buruk pada postur dan kesehatan punggung.

Oleh karena itu, hindari sejumlah postur duduk buruk berikut ini: 

  1. Tidak menopang kaki atau menggunakan penopang untuk kaki dengan benar
  2. Terlalu lama duduk tanpa beristirahat secara berkala
  3. Duduk menggunakan posisi tanpa menopang punggung sepenuhnya, terutama punggung bagian bawah
  4. Duduk terlalu lama dalam satu posisi yang sama
  5. Posisi duduk dengan menegangkan leher
  6. Posisi duduk merosot ke satu sisi, tulang belakang ditekuk tanpa bersandar
  7. Menyilangkan kaki terlalu lama 
  8. Duduk dengan membungkukkan badan dalam waktu yang lama

Ciri-ciri posisi duduk saraf kejepit

Secara umum, saraf kejepit memang hanya memengaruhi satu sisi tubuh dan efeknya bisa menimbulkan dari gejala ringan hingga parah. Bahkan bisa memengaruhi fungsi sensorik dan motorik.

Tidak hanya sakit pinggang atau punggung bagian bawah, namun posisi duduk saraf kejepit bisa ditandai dengan ciri-ciri berikut ini:

  • Rasa nyeri tajam atau tumpul yang biasanya dirasakan di area punggung bawah, leher, atau bahu
  • Nyeri yang menjalar di sepanjang tulang belakang
  • Kesemutan atau mati rasa terutama di bagian lengan, tangan, atau kaki, tergantung pada lokasi saraf yang terjepit
  • Kelemahan otot sehingga sulit untuk menggenggam benda atau berjalan dengan stabil
  • Sensasi terbakar, seperti adanya rasa panas di area tubuh tertentu akibat iritasi saraf

Posisi duduk yang benar untuk mencegah saraf kejepit

Hubungan antara ergonomi dan kesehatan saraf memang sangat erat dan sebaiknya tidak diabaikan. Posisi duduk yang paling baik tergantung pada tinggi badan, jenis kursi yang digunakan, dan juga aktivitas yang dilakukan.

Biasanya kondisi ini paling sering dialami oleh pekerja kantoran yang harus duduk di depan komputer atau laptop dalam waktu lama setiap harinya. Sehingga sangat banyak yang tidak menyadari kalau memiliki postur tubuh buruk atau posisi duduk yang salah.

Nah, berikut ini adalah sejumlah posisi duduk yang benar untuk mencegah saraf kejepit yang bisa Anda coba:

1. Pastikan kaki menapak lantai

Bagi Anda yang duduk di kursi, pastikan kaki Anda menyentuh lantai dengan lutut membentuk sudut 90 derajat. Jika menggunakan sepatu berhak tinggi, sebisa mungkin dilepaskan terlebih dahulu agar lebih nyaman.

Anda juga bisa menggunakan sandaran kaki jika tersedia atau kaki tidak dapat mencapai lantai. Jangan biasakan untuk duduk dengan menyilangkan kaki karena bisa mengurangi aliran darah di kaki dan memicu terjadinya ketegangan otot.

2. Gunakan postur tubuh tegak

Duduklah dengan punggung lurus tegak, bahu rileks, dan dada sedikit terangkat. Jangan lupa pastikan bahu tidak membungkuk ke depan serta bokong harus menyentuh bagian belakang kursi. 

3. Posisi sejajar layar monitor

Ketika bekerja di depan komputer, atur layar sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak menunduk atau mendongak. Jika layar tidak dapat dipindah, Anda bisa mengaturnya melalui posisi kursi.

Sebisa mungkin hindari membiarkan leher ada posisi salah yang lama agar tidak mengakibatkan rasa nyeri yang berujung menjadi saraf kejepit.

4. Gunakan bantal penyangga

Untuk menopang bagian punggung bawah dan juga leher, Anda bisa menggunakan bantal kecil sebagai penyangga sehingga duduk akan terasa lebih nyaman ketika bersinggungan dengan kursi.

5. Sesuaikan tinggi kursi

Sesuaikan tinggi kursi Anda sampai kaki sejajar dengan lantai dan mata sejajar dengan layar komputer. 

Selain itu, pastikan juga siku berada di sisi tubuh dan lengan membentuk sudut 90 derajat. Untuk mendukung posisi ini, bisa juga memakai sandaran pergelangan tangan terutama jika pekerjaan Anda melibatkan mengetik dalam waktu lama.

6. Gunakan kursi ergonomis

Yang paling utama untuk mendukung posisi duduk ideal adalah dengan memiliki kursi ergonomis. Panduan ergonomi kursi kerja untuk mencegah saraf kejepit adalah yang memiliki sandaran punggung dan dapat menopang tulang belakang dengan baik. 

Cara mengobati saraf kejepit akibat posisi duduk yang buruk

Jika sudah terlanjur mengalami saraf kejepit, maka yang harus dilakukan adalah mengobati kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya:

1. Kompres dingin atau hangat

Posisi duduk saraf kejepit bisa diatasi dengan menggunakan kompres dingin atau hangat, terutama jika Anda masih mengalami gejala ringan seperti nyeri atau kesemutan. Kompres di area yang terdampak untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.

2. Konsumsi obat pereda nyeri

Jika gejala sudah mulai terasa parah dan tidak mereda juga setelah dikompres atau memperbaiki posisi duduk lebih ergonomis, maka bisa mengonsumsi obat pereda nyeri.

Namun pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar memastikan dosis yang tepat. Dokter biasanya akan merekomendasikan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen sodium yang dapat membantu menghilangkan rasa sakit.

Selain obat tersebut, dokter juga bisa menyarankan kortikosteroid yang dapat diberikan secara oral ataupun injeksi sesuai dengan kondisi yang dialami agar mengurangi rasa sakit dan juga peradangan pada saraf. 

Suntikan kortikosteroid atau kortikosteroid yang diberikan melalui mulut juga dapat membantu meminimalkan rasa sakit dan peradangan.

3. Terapi fisik

Terapi fisik atau fisioterapi dapat membantu memperbaiki postur tubuh dan memperkuat otot penyangga tulang belakang. Ahli terapi fisik akan membuat rancangan yang berisi sejumlah latihan sederhana untuk meredakan nyeri akibat posisi duduk salah.

Biasanya meliputi latihan peregangan untuk mengatasi saraf kejepit sekaligus memperkuat otot-otot di area yang terdampak. Sehingga meminimalisir risiko kondisi saraf memburuk.

4. Pijat

Pijat sebagai salah satu jenis pengobatan konservatif yang juga disarankan. Sebab dapat membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah di sekitar area saraf yang terjepit.

Akan tetapi, pastikan untuk melakukan pijat hanya dengan terapis yang memiliki kualifikasi untuk menangani kasus saraf kejepit.

5. Operasi

Jika gejala tidak kunjung membaik dengan pengobatan konservatif, operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur tulang belakang. Jenis prosedur medis tulang belakang yang akan dilakukan bisa bervariasi, tergantung dari lokasi dan juga tingkat keparahan gejala.

Tips mencegah posisi duduk saraf kejepit

Walaupun saraf kejepit memang dapat disembuhkan dalam waktu beberapa hari ataupun minggu bahkan tanpa harus menjalani operasi, tetap saja jika tidak segera memperbaiki postur duduk buruk bisa meningkatkan risiko jangka panjang.

Contohnya adalah kehilangan fungsi saraf tulang belakang maupun hal-hal lainnya yang mungkin mengharuskan Anda untuk menjalani prosedur medis tulang belakang.

Maka dari itu, ada beberapa tips untuk mencegah terjadinya posisi duduk saraf kejepit yang bisa Anda coba mulai sekarang, antara lain:

1. Istirahat secara berkala

Berhenti sejenak setiap 30-60 menit untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan sederhana untuk membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang.

2. Lakukan peregangan rutin

Latihan seperti yoga atau peregangan ringan dapat membantu meningkatkan fleksibilitas otot dan mengurangi risiko saraf terjepit.

Teknik peregangan untuk mengurangi tekanan pada saraf ringan juga dapat dilakukan di kursi saat beristirahat secara berkala.

3. Gunakan peralatan yang tepat

Gunakan meja dan kursi yang dirancang ergonomis untuk memastikan posisi tubuh tetap nyaman dan aman selama bekerja. Yakni kursi dan meja kerja yang dapat disesuaikan tingginya sehingga kaki dapat menapak lantai secara benar dan mata sejajar dengan layar komputer.

4. Hindari duduk terlalu lama

Jika pekerjaan Anda mengharuskan duduk dalam waktu lama, usahakan berdiri atau bergerak setiap satu jam untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Misalnya untuk mengisi ulang minum atau buang air kecil ke kamar mandi.

Jangan lupa untuk selalu memerhatikan panduan duduk yang benar untuk pekerja kantor yang melibatkan posisi duduk sama dalam waktu lama.

5. Perhatikan pola hidup sehat

Pola makan yang seimbang dan olahraga teratur juga dapat membantu menjaga berat badan ideal, sehingga mengurangi tekanan pada tulang belakang.

Demikian pembahasan mengenai posisi duduk saraf kejepit, yakni kebiasaan duduk yang salah dengan postur tubuh buruk sehingga dapat meningkatkan risiko mengalami tekanan pada pada saraf.

Jika gejala saraf kejepit muncul, segera lakukan langkah-langkah pengobatan awal dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bebas Nyeri Punggung dengan Joimax di Lamina Pain and Spine Center

Nyeri saraf kejepit bukan hanya sekadar ketidaknyamanan; ini adalah kondisi yang dapat secara signifikan menurunkan kualitas hidup, membatasi mobilitas, dan mengurangi produktivitas.

Kondisi ini memerlukan solusi medis yang efektif dan tepat guna untuk meredakan gejala dan mengembalikan fungsi normal tulang belakang.

Lamina Pain and Spine Center menawarkan solusi inovatif melalui prosedur Joimax, sebuah metode minimal invasif yang telah terbukti aman dan efektif dalam mengatasi saraf kejepit.

Mengapa Memilih Prosedur Joimax?

Prosedur Joimax menawarkan pendekatan yang revolusioner dibandingkan dengan pembedahan konvensional.

Alih-alih sayatan besar yang menyebabkan rasa sakit yang berkepanjangan dan waktu pemulihan yang lama, Joimax memanfaatkan teknologi canggih untuk memperbaiki saraf kejepit dengan presisi dan minimal invasif.

Hubungi Lamina Pain and Spine Center hari ini melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk konsultasi dan pelajari lebih lanjut tentang bagaimana prosedur Joimax dapat membantu Anda kembali menjalani kehidupan yang aktif dan bebas nyeri.

Ditulis Oleh

Yogi Wicaksono

Tanggal Publikasi

May 13, 2025

Request Callbcak

Artikel Lainnya

Memahami Lebih Dalam Tentang Subluksasi Vertebra dan Penanganannya

subluksasi vertebra

Memahami Syringomyelia, Kista pada Sumsum Belakang yang Langka

syringomyelia

Apa Hubungan Antara Lordosis dan Saraf Kejepit? Simak Penjelasannya

lordosis

Spinal Cord Compression: Masalah Tulang Belakang yang Mengganggu Fungsi Saraf

spinal cord compression