Konten Artikel

Kenali Extruded Disc dan Cara Mengobatinya dengan Kolagen vs Stem Cell

extruded disc

Pernah merasakan sakit pinggang sampai nyerinya menjalar ke lutut dan kaki? Atau Anda sering mengalami kesemutan dan mati rasa di bagian kaki? Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh extruded disc.

Meski namanya terdengar rumit, sebenarnya kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa diatasi dengan berbagai cara, termasuk terapi modern seperti kolagen dan stem cell.

Jika Anda memiliki keluhan nyeri saraf kejepit yang tak kunjung sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kami di Lamina Pain and Spine Center untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Silakan menghubungi tim kami melalui nomor Whatsapp 0811-8802-6621.

Apa Itu Extruded Disc dan Mengapa Bisa Terjadi?

Bayangkan tulang belakang Anda seperti tumpukan donat yang disusun bertingkat. Di antara setiap tulang belakang, ada bantalan lunak yang disebut cakram intervertebral. Bantalan ini berfungsi seperti shock breaker pada mobil – meredam guncangan saat kita bergerak.

Extruded disc terjadi ketika bantalan lunak ini rusak parah sampai isinya “meledak” keluar dari tempatnya. Berbeda dengan herniated disc yang hanya menonjol, pada extruded disc, isi bantalan benar-benar keluar dan lepas dari struktur aslinya.

Kondisi ini seperti balon yang pecah dan isinya tumpah ke mana-mana. Herniasi diskus jenis ini paling sering terjadi pada extruded disc pada tulang belakang lumbar karena area ini menanggung beban tubuh paling berat.

Penyebab extruded disc sangat beragam. Yang paling umum adalah:

  • Faktor Usia: Seiring bertambahnya usia, bantalan tulang belakang kita mengalami degenerasi diskus atau kerusakan alami. Isinya yang tadinya kenyal seperti jelly, lama-lama mengering dan mudah pecah.
  • Cedera atau Trauma: Jatuh, kecelakaan, atau gerakan tiba-tiba yang salah bisa merusak bantalan tulang belakang. Ini seperti menekan balon terlalu kuat sampai pecah.
  • Kebiasaan Buruk: Sering mengangkat barang berat dengan posisi salah, duduk terlalu lama dengan postur buruk, atau jarang olahraga membuat otot punggung lemah dan bantalan tulang belakang mudah rusak.
  • Merokok: Nikotin dalam rokok mengurangi aliran darah ke bantalan tulang belakang, membuat proses penuaan bantalan berlangsung lebih cepat.

Gejala Extruded Disc yang Harus Diwaspadai

Gejala extruded disc bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Yang paling umum adalah:

  • Nyeri Punggung Bawah yang Parah: Rasa sakitnya seperti ditusuk-tusuk, terutama saat bergerak atau membungkuk. Ini terjadi karena ada saraf kejepit akibat bantalan yang keluar dari tempatnya.
  • Nyeri Menjalar ke Kaki: Kondisi yang disebut sciatica ini membuat nyeri menjalar dari pinggang sampai ke lutut, betis, bahkan kaki. Rasanya seperti ada aliran listrik yang mengalir di sepanjang kaki. Nyeri leg radiating ini terjadi karena kompresi saraf tulang belakang yang menyebabkan radikulopati.
  • Kesemutan dan Mati Rasa: Tekanan pada saraf spinal menyebabkan gangguan sensasi, membuat kaki terasa kesemutan atau mati rasa. Kadang rasanya seperti kaki “tertidur”.
  • Kelemahan Otot: Kaki terasa lemas dan sulit digerakkan. Aktivitas sederhana seperti berjalan atau naik tangga terasa berat.
  • Gangguan Buang Air: Pada kasus yang parah, bisa terjadi gangguan kontrol kandung kemih. Ini merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani dokter ortopedi.

Mengapa Extruded Disc Menyebabkan Nyeri Lutut?

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa masalah di tulang belakang bisa menyebabkan nyeri di lutut? Jawabannya ada pada sistem saraf kita.

Saraf-saraf yang keluar dari tulang belakang lumbar (pinggang) mengatur sensasi dan gerakan di seluruh kaki, termasuk lutut. Ketika terjadi kompresi saraf tulang belakang akibat extruded disc, sinyal nyeri bisa “salah alamat” dan dirasakan di lutut meski sumbernya dari pinggang.

Selain itu, nyeri punggung bawah yang kronis membuat kita mengubah cara berjalan untuk menghindari rasa sakit. Perubahan cara berjalan ini memberikan beban ekstra pada lutut dan sendi lainnya, yang lama-kelamaan bisa menyebabkan kerusakan pada lutut itu sendiri.

Perbedaan Extruded Disc dan Herniated Disc

Banyak orang bingung membedakan extruded disc dan herniated disc. Sebenarnya, herniated disc adalah istilah umum untuk berbagai jenis kerusakan bantalan tulang belakang, sedangkan extruded disc adalah salah satu jenisnya yang paling parah.

  • Herniated Disc atau Prolaps Diskus: Bantalan hanya menonjol keluar tapi masih terhubung dengan struktur aslinya. Seperti balon yang menggembung tapi belum pecah. Kondisi diskus hernia ini masih mempertahankan kontinuitas struktural.
  • Extruded Disc: Isi bantalan benar-benar keluar dan terpisah dari tempatnya. Seperti pasta gigi yang sudah keluar dari tube dan tidak bisa dimasukkan kembali. Kondisi herniated nucleus pulposus ini melibatkan fragmentasi dan perpindahan material diskus.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan MRI tulang belakang atau MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pemeriksaan ini bisa melihat dengan jelas kondisi bantalan dan seberapa parah tekanan pada saraf.

Cara Mengatasi Extruded Disc Tanpa Operasi

Kabar baiknya, tidak semua kasus extruded disc perlu operasi tulang belakang. Ada banyak cara mengatasi extruded disc tanpa operasi yang bisa dicoba terlebih dahulu:

Fisioterapi

Ini adalah salah satu terapi untuk extruded disc yang paling efektif. Fisioterapis akan mengajarkan latihan khusus untuk memperkuat otot punggung dan perut, sehingga tulang belakang lebih stabil.

Program latihan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan merupakan bagian penting dari metode konservatif.

Obat-obatan

Dokter mungkin meresepkan obat anti-inflamasi untuk mengurangi pembengkakan, atau pengobatan nyeri saraf khusus untuk mengatasi nyeri yang menjalar ke kaki. Terapi fisik dikombinasikan dengan obat-obatan sering memberikan hasil yang baik.

Terapi Panas dan Dingin

Kompres es bisa mengurangi pembengkakan, sementara kompres hangat membantu mengendurkan otot yang tegang.

Perubahan Gaya Hidup

Memperbaiki postur duduk, cara tidur, dan teknik mengangkat barang bisa mencegah kondisi memburuk.

Namun, jika cara-cara di atas tidak berhasil setelah beberapa bulan, dokter mungkin menyarankan prosedur bedah mikrodiscectomy untuk mengangkat bagian bantalan yang menjepit saraf.

Terapi Kolagen: Terapi Regenerasi Sendi

Kolagen adalah protein yang sangat penting untuk kesehatan tulang, sendi, dan kulit kita. Bayangkan kolagen sebagai “lem” yang mengikat semua jaringan tubuh kita agar tetap kuat dan fleksibel.

Bagaimana Kolagen Membantu Extruded Disc?

Dalam pengobatan extruded disc, kolagen bekerja dengan beberapa cara:

  • Memperbaiki Bantalan Tulang Belakang: Kolagen menyediakan bahan dasar yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki cakram intervertebral yang rusak.
  • Mengurangi Peradangan: Kolagen memiliki sifat anti-peradangan alami yang membantu mengurangi pembengkakan di sekitar saraf yang terjepit.
  • Memperkuat Sendi Lutut: Bagi mereka yang mengalami nyeri lutut akibat extruded disc, kolagen membantu memperbaiki dan memperkuat kartilago lutut.

Jenis-jenis Kolagen untuk Terapi

Ada beberapa jenis kolagen yang bermanfaat:

  • Kolagen Tipe I: Baik untuk tulang dan tendon
  • Kolagen Tipe II: Khusus untuk kartilago sendi
  • Kolagen Tipe III: Membantu pembuluh darah dan jaringan lunak

Keunggulan Terapi Kolagen

Terapi kolagen memiliki beberapa keunggulan:

  • Aman digunakan jangka panjang
  • Efek samping minimal
  • Bisa dikombinasikan dengan terapi lain
  • Harga relatif terjangkau
  • Mudah dikonsumsi (biasanya dalam bentuk suplemen)

Kekurangan Terapi Kolagen

Namun, terapi kolagen juga memiliki keterbatasan:

  • Efeknya tidak langsung terasa, butuh waktu berbulan-bulan
  • Lebih efektif untuk kerusakan ringan hingga sedang
  • Hasil bervariasi antar individu

Terapi Stem Cell: Tindakan Canggih untuk Regenerasi Jaringan

Stem cell atau sel punca adalah sel “ajaib” yang bisa berubah menjadi berbagai jenis sel lain dalam tubuh. Bayangkan stem cell seperti sel yang masih “kosong” dan bisa “diprogram” menjadi sel tulang, sel kartilago, atau sel otot sesuai kebutuhan.

Bagaimana Stem Cell Membantu Extruded Disc?

Dalam pengobatan extruded disc, stem cell bekerja dengan cara:

  1. Regenerasi Bantalan: Stem cell bisa berubah menjadi sel-sel yang dibutuhkan untuk memperbaiki cakram intervertebral yang rusak.
  2. Mengurangi Peradangan: Stem cell mengeluarkan zat-zat khusus yang mengurangi peradangan dan nyeri.
  3. Merangsang Penyembuhan: Stem cell memicu proses penyembuhan alami tubuh, mempercepat regenerasi jaringan yang rusak.

Jenis-jenis Stem Cell untuk Terapi

Stem cell yang digunakan biasanya diambil dari:

  • Sumsum tulang pasien sendiri: Aman karena berasal dari tubuh sendiri
  • Jaringan lemak: Mudah diambil dan mengandung banyak stem cell
  • Darah pasien: Prosedur paling sederhana

Keunggulan Terapi Stem Cell

Terapi stem cell memiliki kelebihan:

  • Potensi regenerasi yang sangat kuat
  • Bisa mengatasi kerusakan yang parah
  • Efek bisa terasa dalam hitungan minggu hingga bulan
  • Risiko penolakan minimal (jika menggunakan sel sendiri)

Kekurangan Terapi Stem Cell

Namun ada juga kekurangannya:

  • Biaya lebih mahal dibanding terapi lain
  • Prosedur lebih kompleks dan invasif
  • Belum semua dokter menguasai teknik ini
  • Hasil jangka panjang masih terus diteliti

Perbandingan Kolagen vs Stem Cell: Mana yang Lebih Baik?

Memilih antara terapi kolagen dan stem cell tergantung pada berbagai faktor:

Dari Segi Keamanan:

  • Kolagen: Sangat aman, efek samping minimal
  • Stem Cell: Aman jika dilakukan oleh ahli, tapi prosedur lebih berisiko

Dari Segi Efektivitas:

  • Kolagen: Efektif untuk kasus ringan-sedang, butuh waktu lebih lama
  • Stem Cell: Sangat efektif bahkan untuk kasus berat, hasil lebih cepat

Segi Biaya:

  • Kolagen: Lebih terjangkau, bisa dibeli sebagai suplemen
  • Stem Cell: Jauh lebih mahal, butuh prosedur medis khusus

Dari Segi Kemudahan:

  • Kolagen: Mudah, cukup minum suplemen setiap hari
  • Stem Cell: Kompleks, perlu ke rumah sakit dan follow-up rutin

Kombinasi dengan Terapi Lain

Baik kolagen maupun stem cell bisa dikombinasikan dengan terapi lain untuk hasil yang lebih optimal:

  • Fisioterapi: Tetap menjadi dasar pengobatan. Latihan yang tepat membantu memperkuat otot dan memperbaiki postur, sehingga mengurangi beban pada tulang belakang.
  • Perubahan Gaya Hidup: Olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan menghindari rokok sangat membantu proses penyembuhan.
  • Terapi Lain: Akupunktur, chiropractic, atau terapi manual juga bisa membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi tulang belakang.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter ortopedi jika mengalami:

  • Nyeri yang semakin parah meski sudah istirahat dan minum obat
  • Kelemahan kaki yang semakin berat
  • Gangguan buang air kecil atau besar
  • Mati rasa yang menyebar ke area genital

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan MRI untuk melihat kondisi tulang belakang secara detail.

Tips Memilih Terapi yang Tepat

Untuk memilih antara terapi kolagen dan stem cell, pertimbangkan:

Pilih Kolagen Jika:

  • Gejala masih ringan hingga sedang
  • Ingin terapi yang aman dan mudah
  • Budget terbatas
  • Bisa konsisten minum suplemen jangka panjang

Pilih Stem Cell Jika:

  • Gejala sudah parah dan mengganggu aktivitas
  • Terapi konvensional tidak berhasil
  • Memiliki budget cukup
  • Ingin hasil yang lebih cepat dan dramatis

Pencegahan Agar Extruded Disc Tidak Kambuh

Setelah menjalani terapi, penting untuk mencegah kekambuhan:

  • Jaga Postur Tubuh: Duduk dan berdiri dengan punggung tegak, gunakan kursi yang ergonomis.
  • Olahraga Teratur: Fokus pada latihan yang memperkuat otot inti (core muscle), seperti plank, bridge, atau Pilates.
  • Angkat Beban dengan Benar: Gunakan kaki untuk mengangkat, bukan punggung. Jaga punggung tetap lurus.
  • Jaga Berat Badan: Kelebihan berat badan memberikan beban ekstra pada tulang belakang lumbar.
  • Hindari Rokok: Nikotin mengganggu aliran darah ke bantalan tulang belakang.

Kesimpulan

Extruded disc memang kondisi yang menyakitkan, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan pemahaman yang benar tentang kondisi ini dan pilihan terapi yang tersedia, Anda bisa membuat keputusan yang tepat untuk kesembuhan.

Terapi kolagen cocok untuk mereka yang mencari solusi aman, mudah, dan terjangkau untuk jangka panjang. Sementara terapi stem cell lebih cocok untuk kasus yang parah dan membutuhkan regenerasi cepat.

Yang terpenting, berkonsultasilah dengan dokter ortopedi yang berpengalaman untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana terapi yang sesuai dengan kondisi Anda. Kombinasi terapi medis dengan perubahan gaya hidup yang sehat akan memberikan hasil terbaik untuk kesembuhan dan mencegah kekambuhan.

Ingat, kesehatan tulang belakang adalah investasi jangka panjang. Rawat dengan baik, dan tubuh Anda akan berterima kasih dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Jika Anda memiliki keluhan nyeri saraf kejepit yang tak kunjung sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kami di Lamina Pain and Spine Center untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Silakan menghubungi tim kami melalui nomor Whatsapp 0811-8802-6621.

Ditulis Oleh

Yogi Wicaksono

Tanggal Publikasi

June 28, 2025

Request Callbcak

Artikel Lainnya

Cara Tepat Mempercepat Pemulihan dengan Senam Saraf Kejepit

senam saraf kejepit

Apa Itu Spinal Stenosis? Kenali Penyebab dan Gejalanya

spinal-stenosis - lamina pain and spine center

Perhatikan! Kifosis Dapat Meningkatkan Risiko Saraf Kejepit

kifosis - lamina pain and spine center

Nyeri Punggung Bawah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

nyeri punggung bawah