Konten Artikel

Cara Menjaga Ergonomi di Kantor untuk Mencegah Saraf Kejepit

Ergonomi di Kantor Mencegah Saraf Kejepit untuk Pekerja Kantoran

Menjaga ergonomi di kantor mencegah saraf kejepit untuk pekerja kantoran. Betulkah ergonomi yang baik di tempat kerja adalah hal yang sangat penting bagi para pekerja kantoran? Simak di artikel ini.

Apalagi, postur tubuh yang tidak ideal saat bekerja dapat memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah saraf kejepit. 

Selain memberikan kenyamanan, ergonomi yang baik dapat menjadi langkah yang tepat dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Dengan menjaga ergonomi, risiko saraf kejepit maupun gangguan kesehatan pun dapat diminimalkan, sehingga pekerja dapat lebih produktif dan sehat.

Lantas, bagaimana cara menjaga ergonomi di kantor, terutama dalam mencegah saraf kejepit untuk pekerja kantor? Yuk, simak langkah-langkahnya pada artikel berikut ini! 

Jika Anda mulai merasakan gejala saraf kejepit seperti nyeri punggung yang tak kunjung hilang, kesemutan, atau kelemahan pada anggota tubuh, segera konsultasikan dan buat janji temu dengan dokter spesialis Lamina melalui nomor Whatsapp 0811-8802-6621

Pentingnya Jaga Ergonomi di Kantor Mencegah Saraf Kejepit untuk Pekerja Kantoran

Ergonomi di tempat kerja adalah aspek penting yang sering kali diabaikan, padahal memiliki dampak besar terhadap kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan karyawan.

Berikut adalah alasan utama pentingnya menjaga ergonomi di kantor mencegah saraf kejepit untuk pekerja kantoran :

1. Mengurangi Risiko Cedera dan Nyeri Kronis

Postur tubuh yang tidak ideal, seperti membungkuk terlalu lama atau duduk dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan nyeri punggung, leher, dan bahu.

Salah satu kondisi yang sering terjadi akibat posisi kerja yang buruk adalah cubital tunnel syndrome, yaitu tekanan atau iritasi pada saraf ulnaris di siku. 

Hal ini sering dialami oleh pekerja yang terlalu lama menekuk siku atau bekerja dengan posisi tangan yang tidak ergonomis di meja kerja.

Dengan ergonomi yang baik, posisi tangan dan siku dapat disesuaikan untuk mengurangi tekanan pada saraf ini.

2. Meningkatkan Produktivitas

Karyawan yang bekerja dalam posisi yang nyaman akan lebih fokus dan efisien. Ergonomi yang baik mengurangi kelelahan fisik, sehingga karyawan dapat menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan berkualitas.

Jadi, mulailah menerapkan posisi duduk yang benar, meja dan kursi yang sesuai, serta penempatan peralatan yang strategis. Sebagai pekerja, Anda pun dapat menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan akurat.

3. Mengurangi Risiko Saraf Kejepit

Saraf kejepit di punggung akibat posisi kerja yang salah menjadi salah satu gangguan medis yang sering kali dialami oleh para pekerja kantoran. 

Postur tubuh yang tidak ideal, seperti membungkuk terlalu lama atau posisi duduk yang salah menjadi penyebabnya. Dengan pengaturan ergonomi yang tepat, risiko ini dapat dicegah.

4. Meningkatkan Kenyamanan dan Kepuasan Kerja

Lingkungan kerja yang ergonomis membuat karyawan merasa lebih nyaman. Kenyamanan ini berkontribusi pada meningkatnya kepuasan kerja, yang pada akhirnya mendukung retensi karyawan dan semangat kerja.

Selain itu, lingkungan kerja yang ergonomis juga lebih aman. Risiko kecelakaan kerja, seperti terpeleset atau jatuh akibat posisi meja atau kursi yang tidak tepat, dapat diminimalkan.

5. Mendukung Kesehatan Jangka Panjang

Masalah kesehatan akibat postur tubuh yang buruk, seperti nyeri kronis atau gangguan tulang belakang, sering kali berkembang dalam jangka panjang.

Dengan menerapkan prinsip ergonomi, karyawan dapat menjaga kesehatan Anda untuk waktu yang lebih lama. 

Terlebih, cedera akibat ergonomi yang buruk seringkali menyebabkan biaya pengobatan yang tinggi, baik bagi karyawan maupun perusahaan. Dengan menjaganya, Anda pun akan lebih menghemat biaya pengobatan. 

6. Mencegah Penyakit Akibat Kerja

Selain cubital tunnel syndrome, posisi kerja yang buruk juga dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome, nyeri punggung, saraf kejepit, dan gangguan lainnya. 

Investasi dalam peralatan ergonomis seperti kursi yang mendukung punggung bawah, meja yang dapat disesuaikan tingginya, dan keyboard yang nyaman dapat mengurangi risiko ini secara signifikan.

Cara Menjaga Ergonomi di Kantor Mencegah Saraf Kejepit untuk Pekerja Kantoran

Jika postur tubuh dan ergonomi kerja tidak diperhatikan, risiko cedera seperti saraf kejepit, nyeri punggung, dan gangguan otot lainnya meningkat. Berikut adalah beberapa cara menjaga ergonomi di kantor untuk mencegah saraf kejepit:

1. Pilih Kursi yang Mendukung Postur Tubuh

Kursi kerja harus memiliki sandaran yang mendukung lekuk alami tulang belakang. Pilih kursi yang mendukung punggung bawah dengan baik dan dilengkapi dengan sandaran tangan.

Pastikan juga tinggi kursi dapat disesuaikan sehingga kaki Anda dapat menyentuh lantai dengan lutut membentuk sudut 90 derajat.

2. Atur Posisi Meja dan Monitor

Selain memilih kursi, Anda juga harus memerhatikan posisi meja dan monitor. Pilih meja kerja cukup tinggi sehingga siku sejajar dengan permukaan meja saat mengetik.

Lalu, tinggi monitor pada bagian atas layar harus sejajar dengan mata Anda agar leher tidak perlu membungkuk atau mendongak terlalu lama. Idealnya, jarak antara mata dan monitor adalah sekitar 50-70 cm.

Jangan lupa untuk mengatur pencahayaan pada layar monitor Anda. Pencahayaan yang buruk dapat membuat Anda membungkuk lebih dekat ke monitor sehingga memicu postur tubuh yang tidak sehat.  

3. Terapkan Teknik Duduk yang Benar

Posisi duduk ergonomis juga harus diperhatikan untuk mencegah saraf kejepit maupun gangguan kesehatan lainnya. Anda bisa menerapkan panduan teknik duduk yang benar sebagai berikut:

  • Duduk tegak dengan punggung menempel pada sandaran kursi.
  • Sesekali ubah posisi duduk untuk menghindari ketegangan otot.
  • Pastikan kedua kaki menyentuh lantai atau gunakan sandaran kaki jika diperlukan.
  • Hindari menyilangkan kaki, karena dapat menyebabkan tekanan pada pembuluh darah.
  • Jangan duduk terlalu lama. Cobalah untuk berdiri atau berjalan selama beberapa menit setelah duduk dalam waktu lama.  

4 Gunakan Peralatan Kerja Ergonomis

Agar ergonomi di kantor semakin efektif, Anda sebaiknya mendukungnya dengan memiliki peralatan kerja yang ergonomis.

Pastikan keyboard dan mouse diletakkan sejajar dengan siku sehingga tangan Anda tidak harus meregang atau menekuk berlebihan. 

Pertimbangkan menggunakan bantalan pergelangan tangan untuk menopang pergelangan tangan saat mengetik atau menggunakan mouse

Lalu, jika sering menerima panggilan telepon, gunakan headset agar tidak perlu menjepit telepon di antara kepala dan bahu. Kebiasaan ini dapat menyebabkan ketegangan otot leher yang pada akhirnya dapat memicu saraf kejepit di leher. 

5. Lakukan Peregangan Secara Rutin

Hal yang tak kalah penting dalam menjaga ergonomi di kantor untuk mencegah saraf kejepit bagi pekerja kantoran adalah rutin melakukan peregangan. 

Setiap 30-60 menit, luangkan waktu untuk bangkit dari kursi dan melakukan peregangan. Fokuskan pada otot punggung, leher, dan bahu untuk mengurangi risiko ketegangan otot.

Tips Meningkatkan Ergonomi di Kantor Mencegah Saraf Kejepit untuk Pekerja Kantoran

Untuk meningkatkan ernogomi di tempat kerja agar terhindar dari risiko saraf kejepit, Anda bisa menerapkan tips tambahan berikut: 

  • Minum air putih secara rutin untuk menjaga hidrasi.
  • Tetap aktif di luar jam kerja untuk meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh.
  • Gunakan kursi, meja, dan alat kerja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
  • Pastikan monitor sejajar dengan mata untuk mengurangi tekanan pada leher.
  • Jaga agar tangan tetap rileks saat mengetik, dan siku berada pada sudut 90 derajat.
  • Hindari menekuk siku terlalu lama untuk mencegah tekanan pada saraf ulnaris, yang dapat menyebabkan cubital tunnel syndrome.
  • Istirahat secara teratur. Jangan duduk terlalu lama agar tidak mengalami kelelahan. 

Konsultasikan Gejala Saraf Kejepit di Lamina Pain and Spine Center

Menjaga ergonomi yang baik di tempat kerja dapat membantu meningkatkan kesehatan jangka panjang dan produktivitas karyawan. 

Dengan menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis, perusahaan dapat menciptakan tempat kerja yang sehat, aman, dan efisien bagi semua karyawan.

Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri punggung yang tak kunjung hilang, kesemutan, atau kelemahan pada anggota tubuh, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kami di Lamina Pain and Spine Center.  

Dokter spesialis Lamina akan membantu Anda memberikan diagnosis dan saran penanganan yang tepat terkait saraf kejepit. Silakan menghubungi tim Lamina melalui nomor Whatsapp 0811-8802-6621 untuk informasi jadwal praktik dan konsultasi dokter. 

 

Ditulis Oleh

Yogi Wicaksono

Tanggal Publikasi

May 15, 2025

Request Callbcak

Artikel Lainnya

Memahami Syringomyelia, Kista pada Sumsum Belakang yang Langka

syringomyelia

Mengenal Skoliosis: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya 

skoliosis - lamina pain and spine center

Operasi Saraf Kejepit Lebih Minimal Invasif dengan Joimax

operasi saraf kejepit