Pernahkah Anda mengalami rasa sakit yang menjalar dari leher hingga lengan? Mungkin cervicobrachialgia adalah salah satu penyebabnya.
Gejala cervicobrachialgia mencakup rasa sakit, mati rasa, kelemahan, dan pembengkakan pada area leher dan bahu. Gejala ini sering mirip dengan gangguan saraf kejepit. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari Anda.
Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter di Lamina Pain and Spine Center guna menentukan metode pengobatan terbaik sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan gejala yang Anda alami.
Jangan biarkan rasa sakit mengganggu Anda, segera buat janji konsultasi di Lamina Pain and Spine Center hari ini melalui WhatsApp di 0811-8802-6621!
Apa Itu Cervicobrachialgia ?
Cervicobrachialgia adalah kondisi yang ditandai dengan kombinasi nyeri leher dan rasa sakit yang menjalar ke lengan. Gangguan ini sering disebut sebagai sindrom cervicobrachial atau lower cervical syndrome.
Nyeri ini biasanya disertai sensasi kesemutan, gangguan sensorik, hingga kelemahan otot di area leher, bahu, dan lengan, mirip dengan gangguan saraf kejepit.
Gejala tersebut umumnya muncul akibat iritasi atau kompresi saraf di area servikal (leher) yang memengaruhi cabang ventral saraf tulang belakang. Pada beberapa kasus, cervicobrachialgia juga dapat berkaitan dengan masalah pada otot, ligamen, atau pembuluh darah di leher dan bahu.
Gejala Cervicobrachialgia
Gejala utama cervicobrachialgia melibatkan nyeri yang menyebar dari leher hingga ke bahu, lengan, atau bahkan jari. Berikut gejala lain yang sering muncul:
- Nyeri menjalar dari leher ke bahu hingga lengan.
- Sensasi kesemutan atau mati rasa di lengan, tangan, dan jari.
- Kelemahan otot yang memengaruhi kemampuan motorik halus.
- Pembengkakan atau rasa berat pada lengan dan bahu.
- Kesulitan tidur akibat nyeri yang bertambah pada malam hari.
- Sensasi seperti memakai sarung tangan yang tidak nyata.
Jika gejala ini berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penyebab Cervicobrachialgia
Gangguan akibat cervicobrachialgia biasanya terkait dengan iritasi atau kompresi saraf di area leher yang mengarah ke anggota tubuh bagian atas. Untuk memahami lebih dalam, berikut adalah beberapa penyebab utama cervicobrachialgia:
1. Cervical Radiculopathy (Saraf Kejepit di Leher)
Cervical radiculopathy adalah penyebab paling umum dari cervicobrachialgia. Kondisi ini terjadi ketika akar saraf tulang belakang di leher tertekan akibat beberapa faktor, seperti:
- Herniated Disc (HNP): Kondisi di mana cakram tulang belakang menonjol dan menekan saraf di sekitar leher.
- Degenerasi tulang belakang: Perubahan akibat penuaan, seperti osteoarthritis atau spondylosis, yang menyebabkan penyempitan ruang saraf (stenosis).
2. Gangguan Postur Tubuh
Postur tubuh yang buruk, terutama saat duduk atau bekerja dalam waktu lama, dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada tulang belakang leher dan memicu nyeri menjalar ke lengan.
Selain itu, kebiasaan buruk seperti membungkuk terlalu lama saat menggunakan komputer atau ponsel, serta tidur dengan posisi leher yang tidak sejajar dapat memicu adanya gangguan cervicobrachialgia.
3. Cedera atau Trauma
Cedera pada leher akibat kecelakaan lalu lintas, olahraga, atau aktivitas fisik yang intens dapat menyebabkan peradangan atau kerusakan pada jaringan lunak, otot, dan saraf. Trauma ini dapat mengakibatkan nyeri akut yang menjalar hingga ke lengan.
4. Thoracic Outlet Syndrome (TOS)
TOS terjadi ketika pembuluh darah atau saraf di area leher dan bahu terkompresi, biasanya karena:
- Struktur otot yang tidak normal.
- Tulang rusuk tambahan di leher (cervical rib).
- Cedera akibat aktivitas berulang, seperti mengangkat beban atau mengetik terlalu lama.
5. Myofascial Pain Syndrome
Gangguan ini melibatkan otot dan jaringan ikat (fascia) yang menegang atau mengalami spasme. Ketegangan otot di sekitar leher dan bahu dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke lengan.
6. Tumor atau Infeksi
Meskipun jarang, keberadaan tumor di tulang belakang leher atau infeksi pada jaringan sekitar dapat memberikan tekanan pada saraf dan memicu gejala cervicobrachialgia.
7. Penyakit Sistemik
Beberapa kondisi sistemik juga seperti diabetes mellitus dapat menyebabkan neuropati perifer yang memperburuk gejala cervicobrachialgia.
Selain itu, penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, yang memengaruhi persendian dan saraf juga berpotensi menyebabkan atau memperburuk cervicobrachialgia
8. Faktor Risiko Cervicobrachialgia
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena cervicobrachialgia meliputi:
- Degenerasi tulang belakang lebih sering terjadi pada individu berusia di atas 40 tahun.
- Pekerjaan yang melibatkan gerakan leher atau lengan secara terus-menerus.
- Kurangnya aktivitas fisik dapat memperlemah otot penopang tulang belakang.
- Obesitas akan memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang leher.
Diagnosis Cervicobrachialgia
Sebelum perawatan dilakukan, beberapa prosedur diagnostik perlu dilakukan, seperti:
- Pemeriksaan fisik leher dan bahu.
- Radiografi leher (X-ray) dalam berbagai arah.
- Konsultasi dengan ahli saraf (mungkin diperlukan EMG, MRI, atau CT).
- Angiografi atau venografi untuk mendeteksi cedera vaskular.
- Pemeriksaan ini bertujuan untuk menyingkirkan penyebab objektif dari gejala. Radiografi dapat mengidentifikasi kelainan tulang rusuk pertama atau keberadaan tulang rusuk tambahan.
Penanganan Cervicobrachialgia
Penanganan cervicobrachialgia bertujuan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi leher dan lengan, serta mencegah kerusakan lebih lanjut. Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan:
1. Penanganan Non-bedah
Penanganan cervicobrachialgia bersifat konservatif dan simptomatik. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Obat pereda nyeri, antiinflamasi, dan relaksan otot.
- Injeksi epidural servikal dengan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan memberikan pereda nyeri jangka panjang.
- Vasodilator atau penghambat saluran kalsium jika terdapat kompresi vaskular.
2. Fisioterapi
Terapi fisik memainkan peran penting dalam rehabilitasi pasien dengan cervicobrachialgia. Pendekatan meliputi:
- Terapi manual: Mobilisasi lateral servikal, traksi manual atau mekanik, dan teknik manipulasi.
- Latihan terapeutik: Untuk meningkatkan rentang gerak, kekuatan, dan kontrol postural.
- Modalitas terapi: TENS, krioterapi, ultrasound, dan terapi panas dalam.
- Pendidikan postur: Mengajarkan pasien cara menjaga postur tubuh yang benar selama aktivitas sehari-hari.
- Latihan di rumah: Pasien diajarkan latihan peregangan dan penguatan untuk leher, bahu, dan lengan yang dapat dilakukan di rumah.
Selain itu, pasien perlu menghindari posisi tubuh yang memperburuk gejala dan menggunakan bantuan ergonomis jika diperlukan di tempat kerja atau rumah.
3. Penanganan Bedah
Jika metode non-bedah tidak efektif atau jika terdapat tekanan berat pada saraf, dokter mungkin merekomendasikan operasi. Prosedur bedah yang umum meliputi:
- Diskektomi: Pengangkatan sebagian atau seluruh diskus yang menekan saraf.
- Fusi Tulang Belakang: Menggabungkan dua tulang belakang untuk memberikan stabilitas.
- Laminektomi: Mengangkat sebagian tulang belakang untuk mengurangi tekanan pada saraf.
Tips Agar Gejala Cervicobrachialgia Tidak Semakin Parah
Apabila Anda menemukan tanda-tanda cervicobrachialgia, penting untuk melakukan perubahan gaya hidup agar risikonya tidak semakin memburuk. Berikut ini beberapa cara yang efektif agar gejala cervicobrachialgia tidak parah:
- Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, atau tidur.
- Melakukan peregangan leher secara rutin, terutama jika bekerja dalam posisi duduk dalam waktu lama.
- Menggunakan peralatan ergonomis di tempat kerja, seperti kursi dengan sandaran yang mendukung.
- Menghindari angkat beban berlebih atau aktivitas yang memberikan tekanan pada leher.
- Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.
Temukan Solusi yang Tepat di Lamina Pain and Spine Clinic
Mengetahui penyebab cervicobrachialgia adalah langkah pertama dalam mendapatkan pengobatan yang tepat. Setiap penyebab memiliki pendekatan penanganan yang berbeda, mulai dari terapi fisik, pengobatan, hingga prosedur medis tertentu.
Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, gejala dan komplikasi gangguan ini dapat dikelola dengan terapi fisik, obat-obatan, atau prosedur bedah jika diperlukan.
Jika Anda merasakan gejala yang serupa dengan cervicobrachialgia, segera lakukan konsultasi dengan ahli di Lamina Pain and Spine Center.
Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup Anda.
Jangan biarkan nyeri saraf kejepit membatasi Anda. Hubungi Lamina Pain and Spine Center hari ini melalui WhatsApp di 0811-8802-6621 untuk konsultasi.
Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana tim dokter spesialis Lamina dapat membantu Anda kembali menjalani kehidupan yang aktif dan bebas nyeri!