Konten Artikel

Apa Itu Neuropati Ulnaris? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

neuropati ulnaris

Neuropati ulnaris adalah suatu kondisi medis yang terjadi akibat gangguan atau kerusakan pada saraf ulnaris di area siku. Sehingga kondisi ini juga sering diketahui sebagai saraf terjepit di siku.

Efek tekanan berulang pada saraf ulnaris tersebut dapat menyebabkan sejumlah gejala seperti kesemutan hingga mati rasa pada tangan dan jari kelingking.

Jika Anda memiliki keluhan nyeri saraf kejepit yang tak kunjung sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kami di Lamina Pain and Spine Center untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Silakan menghubungi tim kami melalui nomor Whatsapp 0811-8802-6621.

Ketahui lebih lengkap terkait pengertian, penyebab neuropati ulnaris dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.

Pengertian neuropati ulnaris

Sebelum membahas tentang apa itu neuropati ulnaris, kenali dulu mengenai saraf ulnaris dan fungsi utamanya. 

Saraf ulnaris merupakan jenis saraf yang bercabang dari sistem saraf pleksus brakialis yang menjalar dari lengan bawah hingga ke tangan. Saraf ini berperan penting dalam memberikan sensasi pada jari manis dan kelingking, serta mengontrol beberapa otot di tangan. 

Oleh karena itu, jika terjadi gangguan seperti tekanan atau kerusakan pada saraf ini dapat menyebabkan iritasi atau peradangan. 

Tekanan berlebih mengakibatkan saraf terjepit dan memicu munculnya gejala nyeri, mati rasa, dan kelemahan pada jari kelingking yang berujung dari area siku. Nah, kondisi inilah yang dikenal sebagai neuropati ulnaris.

Apa hubungan antara neuropati ulnaris dan cubital tunnel syndrome?

Neuropati ulnaris akibat tekanan berulang pada siku dapat disebabkan oleh cubital tunnel syndrome, yakni peradangan atau terjepitnya saraf ulnaris karena berbagai faktor seperti misalnya sering menggunakan siku sebagai tumpuan atau melakukan gerakan tangan yang berulang dalam waktu lama.

Hubungan antara neuropati ulnaris dan cubital tunnel syndrome terlihat dari letak di mana saraf ulnar itu berada, yang melintasi lengan atas, siku, hingga tangan. 

Area paling rentan terhadap neuropati ulnaris adalah bagian siku, terutama di bagian yang dikenal sebagai cubital tunnel. 

Maka dari itu, ketika saraf ini mengalami tekanan atau iritasi, seseorang bisa mengalami mati rasa, kelemahan otot, dan nyeri pada lengan serta tangan. 

Selain di area cubital tunnel, kompresi saraf ulnaris juga dapat terjadi di kanal Guyon yang berada di pergelangan tangan. Kondisi tersebut dikenal sebagai Guyon canal syndrome.

Penyebab neuropati ulnaris

Cubital tunnel syndrome sebagai penyebab neuropati ulnaris merupakan salah satu dari sekian banyak faktor lainnya. Penyebab nyeri siku akibat neuropati yang paling utama yakni adanya tekanan atau kompresi pada saraf ulnaris, terutama di daerah siku atau pergelangan tangan.

Lantas, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi tersebut antara lain:

1. Cedera

Trauma langsung atau cedera pada siku atau tangan dapat menyebabkan gangguan pada saraf ulnaris. Selain itu, dislokasi siku juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan dan tekanan ke saraf.

2. Gerakan berulang

Aktivitas yang melibatkan gerakan tangan berulang, seperti mengetik, mengemudi, atau mengangkat beban, dapat memperburuk kondisi ini. Inilah mengapa neuropati ulnaris lebih sering dialami oleh pekerja kantoran yang mengetik dalam waktu lama.

3. Radang sendi

Penyakit radang sendi seperti rheumatoid arthritis atau osteoarthritis dapat menyebabkan peradangan yang menekan saraf, terutama jika terjadi di area siku atau lengan bagian bawah.

4. Pertumbuhan tulang abnormal

Bone spurs atau kelainan bentuk tulang, khususnya yang berada di bagian siku maupun lengan, bisa menyebabkan tekanan berlebih pada saraf ulnaris.

5. Diabetes

Diabetes atau kondisi gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan saraf. Salah satunya adalah neuropati perifer, termasuk yang terjadi pada saraf ulnaris.

6. Postur tubuh yang buruk

Duduk atau bersandar dengan siku dalam posisi tertentu dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko saraf ulnaris tertekan. Atau bisa juga mengetik terlalu lama tanpa menekuk siku 90 derajat dan menggunakan bantalan untuk sandaran pergelangan tangan.

Gejala neuropati ulnaris

Gejala neuropati ulnaris pada tangan tentunya bervariasi, tergantung dari tingkat keparahan kompresi saraf. Selain itu, tiap penyebab juga bisa memicu gejala-gejala tersendiri.

Sehingga dengan mengenali gejala yang muncul juga bisa membantu untuk mengetahui apa yang menyebabkan neuropati ulnaris dan membantu dalam proses diagnosis. Berikut adalah beberapa gejala yang paling umum muncul:

  • Nyeri, mati rasa, dan kelemahan pada jari kelingking
  • Kelemahan otot pada tangan, terutama pada genggaman
  • Sensasi terbakar di sepanjang lengan dan tangan
  • Kesulitan dalam melakukan gerakan halus, seperti mengetik atau mengancingkan kemeja
  • Sensasi listrik atau kejutan yang terasa di sepanjang lengan saat siku terbentur
  • Pengecilan otot tangan pada kasus yang lebih parah (atrofi otot)
  • Lebih terasa saat tangan dalam posisi tertekuk dalam waktu lama, seperti saat tidur atau menggunakan ponsel

Cara mendiagnosis neuropati ulnaris

Selain dengan mengenali gejala yang muncul, mendiagnosis neuropati ulnaris juga bisa menggunakan sejumlah pemeriksaan maupun tes. 

Yang pertama, konsultasi dokter dimulai dengan anamnesis atau menanyakan riwayat gejala dan aktivitas yang mungkin berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Misalnya seperti apa saja jenis gejala yang muncul, serta kegiatan sehari-hari pasien.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik contohnya dengan menekan daerah saraf ulnaris untuk melihat respons nyeri dan kelemahan otot. Apabila terlihat adanya gangguan atau masalah, selanjutnya adalah melakukan sejumlah tes atau pemeriksaan. 

Diagnostik menggunakan tes EMG atau elektromiografi paling umum dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi fungsi otot dan mendeteksi kelainan aktivitas listrik yang disebabkan oleh kerusakan saraf.

Biasanya tes ini dilakukan bersamaan dengan studi konduksi saraf atau nerve conduction study (NCS) untuk mengukur seberapa cepat impuls listrik melewati saraf ulnaris. Selain itu juga dapat membantu menentukan lokasi serta tingkat keparahan kompresi.

Sebagai pendukung, dokter juga dapat menganjurkan sejumlah pemeriksaan pencitraan meliputi X-ray, MRI, atau USG untuk mengevaluasi struktur di sekitar saraf, seperti adanya pertumbuhan tulang abnormal atau peradangan.

Pengobatan neuropati ulnaris

Pengobatan neuropati ulnaris bertujuan untuk mengurangi tekanan pada saraf dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Metodenya dapat bervariasi, dari yang konservatif dan mudah seperti beristirahat dan fisioterapi hingga operasi yang melibatkan pembedahan.

Sejumlah metode yang umum digunakan meliputi:

1. Memperbaiki postur

Memperbaiki postur tubuh sangat efektif untuk meredakan gejala. Contoh, dengan menghindari bersandar pada siku terlalu lama atau menekuknya dalam waktu yang lama.

Selain memperbaiki postur, menghindari  gerakan yang memperburuk gejala dan mengubah posisi tidur agar tidak memberi tekanan pada saraf juga dapat membantu.

2. Menggunakan pelindung siku

Alat bantu pelindung siku seperti elbow brace dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf. Jika mengalami dislokasi atau patah tulang di bagian siku, Anda bisa mengenakan gips.

3. Mengonsumsi obat pereda nyeri

Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Sebaiknya pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai yang diresepkan oleh dokter.

4. Fisioterapi

Pengobatan fisioterapi untuk neuropati ulnaris, yakni termasuk latihan dan peregangan, dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tangan serta lengan.

Fisioterapi untuk nyeri saraf di siku biasanya dianjurkan oleh dokter apabila konsumsi obat dan pengobatan konservatif tidak dapat meredakan gejala. Dokter dan terapis akan membuat rancangan terapi sesuai dengan kondisi dan juga penyebab gejala neuropati tersebut.

5. Terapi injeksi steroid

Jika nyeri tidak kunjung reda, dokter mungkin akan merekomendasikan injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan mengurangi tekanan pada saraf ulnaris. Steroid ini akan disuntikkan langsung ke bagian sendi siku agar lebih efektif.

6. Operasi

Apabila metode-metode pengobatan konservatif di atas tidak juga memberikan hasil yang memadai, prosedur bedah mungkin diperlukan untuk menghilangkan tekanan pada saraf. Beberapa prosedur yang dapat dilakukan meliputi:

  • Decompression surgery: menghilangkan tekanan pada saraf ulnaris dengan melepaskan jaringan yang menghambatnya.
  • Transposisi saraf ulnaris: memindahkan saraf ke lokasi yang lebih aman untuk mengurangi risiko kompresi.
  • Epikondilektomi medial: menghilangkan sebagian dari tulang epikondilus medial untuk memberikan lebih banyak ruang bagi saraf.

Neuropati ulnaris disebabkan oleh kompresi saraf akibat gerakan berulang, cedera, atau kondisi medis tertentu. Untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai, mengenali penyebab dan gejala sangat penting sehingga hasil akan lebih efektif dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk pulih.

Jika Anda memiliki keluhan nyeri saraf kejepit yang tak kunjung sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kami di Lamina Pain and Spine Center untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Silakan menghubungi tim kami melalui nomor Whatsapp 0811-8802-6621.

Ditulis Oleh

Yogi Wicaksono

Tanggal Publikasi

May 24, 2025

Request Callbcak

Artikel Lainnya

CESSYS Cervical Endoscopic Surgical System: Atasi Saraf Kejepit di Leher Tanpa Operasi

CESSYS Cervical Endoscopic Surgical System

Kenali Penyebab dan Gejala Gangguan Neurologis Pada Tulang Belakang

gangguan neurologis pada tulang belakang

Atasi Saraf Kejepit dengan TESSYS Transforaminal Endoscopic Surgical System

TESSYS Transforaminal Endoscopic Surgical System

Perbandingan Antara Endoskopi dan Operasi Terbuka untuk Saraf Kejepit

Perbandingan Antara Endoskopi dan Operasi Terbuka untuk Saraf Kejepit