Banyak yang bertanya-tanya, apakah saraf kejepit boleh diurut atau dipijat sebagai salah satu cara penanganan? Sebab, keamanan pijat untuk cedera saraf yang terjepit sendiri cukup diragukan.
Baik metode tradisional vs modern untuk saraf kejepit sebenarnya tergolong efektif jika dilakukan dengan tepat dan tidak sembarangan. Lantas, seperti apa cara aman mengurut saraf kejepit dan risiko yang bisa timbul? Baca selengkapnya di artikel berikut ini.
Hubungi tim Lamina Pain and Spine Center via WhatsApp di 0811-8802-6621. Mulailah perjalanan menuju kehidupan bebas nyeri dan kembali rasakan kebebasan bergerak tanpa batas.
Pengertian dan penyebab saraf kejepit
Saraf kejepit, atau dalam istilah medis disebut hernia nucleus pulposus (HNP), adalah kondisi di mana saraf mengalami tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau cakram tulang belakang.
Kondisi ini sering menyebabkan rasa nyeri, kesemutan, hingga kelemahan otot. Gejala-gejala tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari atau bahkan semakin parah jika tidak segera ditangani.
Untuk gejala yang tergolong ringan, penanganan bisa melibatkan metode tradisional atau konservatif yang tidak melibatkan operasi maupun pembedahan. Seperti contohnya fisioterapi, konsumsi obat pereda nyeri, dan menggunakan kompres.
Dokter umumnya dapat merekomendasikan penanganan yang sesuai dengan penyebab dari saraf kejepit. Beberapa di antaranya adalah:
- Duduk atau berdiri terlalu lama dalam posisi yang tidak ergonomi atau dengan postur tubuh yang salah
- Cedera atau trauma pada tulang belakang, misalnya disebabkan oleh kecelakaan atau aktivitas fisik berat seperti olahraga
- Proses penuaan atau degenerasi tulang dan sendi seiring bertambahnya usia
- Obesitas atau beban tubuh yang berlebih akan memberikan tekanan pada tulang belakang
- Aktivitas berulang atau gerakan yang dilakukan secara terus-menerus tanpa istirahat dapat menyebabkan stres pada saraf
Untuk mengetahui penyebab serta penanganan yang sesuai, sangat penting untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan secara komprehensif dengan dokter terlebih dahulu.
Apakah saraf kejepit boleh diurut dan dipijat?
Jadi, apakah saraf kejepit boleh diurut? Salah satu penanganan konservatif yang disarankan adalah terapi fisik yang juga meliputi pijat, urut, atau bahkan terapi saraf kejepit chiropractic atau teknik manipulasi tulang.
Bahkan, banyak juga yang menganggap bahwa pijat atau urut merupakan solusi untuk mengatasi rasa nyeri di tubuh, termasuk yang disebabkan oleh saraf terjepit.
Namun, apakah pijat membantu saraf kejepit atau malah membuatnya semakin parah? Terkait dengan saraf kejepit, beberapa ahli tidak menyarankan untuk melakukan urut atau pijat refleksi untuk saraf kejepit.
Sebab, proses pemijatan bisa memberikan tekanan berlebih pada saraf yang terjepit dan dapat berisiko mengakibatkan peradangan atau cedera yang lebih parah.
Selain itu, proses pijat dan urut juga sebaiknya dilakukan bersama ahli terapis yang berpengalaman. Pijatan yang lembut dapat membantu mengurangi gejala seperti ketegangan otot di sekitar area saraf yang terjepit.
Walau begitu, pijatan tersebut tidak bisa secara langsung memperbaiki kondisi saraf yang terjepit, namun hanya bisa meredakan gejala-gejalanya untuk sementara.
Efek samping mengurut saraf kejepit secara sembarangan
Terapi pijat memang dikenal sebagai metode pengobatan tradisional kuno yang mampu mengatasi sejumlah masalah kesehatan, karena teknik tekanan pada titik-titik tertentu ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah.
Namun, risiko pengobatan tradisional untuk saraf kejepit seperti pijat dan urut tersebut tetap ada. Tidak semua gejala saraf kejepit juga dapat diredakan dengan cara memijat atau mengurutnya saja.
Tetap konsultasikan kondisi Anda terlebih dahulu dengan dokter atau terapis ahli untuk mendapatkan pengobatan yang aman untuk saraf kejepit serta menghindari risiko-risiko berikut ini:
1. Perburukan cedera
Jika saraf kejepit disebabkan oleh cedera atau trauma, tekanan berlebihan dari pijat bisa berisiko meningkatkan kerusakan jaringan di sekitar saraf. Sehingga dapat berakibat perburukan kondisi cedera dan membutuhkan penanganan yang lebih lanjut.
2. Pembengkakan
Risiko pembengkakan dapat terjadi jika pemijatan dilakukan oleh terapis yang tidak ahli atau secara sembarangan.
Misalnya, saat seorang chiropractor melakukan manipulasi yang salah maka dapat memperburuk peradangan pada area yang terjepit sehingga mengakibatkan munculnya bengkak.
3. Kerusakan saraf permanen
Salah satu efek samping yang cukup parah yang bisa terjadi adalah kerusakan saraf yang permanen. Hal ini dapat terjadi jika tekanan terus diterapkan secara sembarangan dan menyebabkan kerusakan menjadi lebih serius pada saraf tersebut.
Saraf yang sudah rusak secara permanen tidak dapat berfungsi. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak sembarangan mencoba terapi urut tanpa saran medis yang tepat.
Alternatif pengobatan yang aman untuk saraf kejepit
Jika saraf kejepit tidak boleh diurut dan juga tidak dapat menyembuhkan, ada sejumlah alternatif terapi untuk saraf kejepit lainnya yang lebih aman dan juga umumnya direkomendasikan oleh dokter.
Berikut beberapa pilihan pengobatan non-bedah untuk saraf kejepit:
1. Istirahat
Istirahat dapat membantu proses pemulihan saraf kejepit lebih cepat dan efektif. Cukup dengan mengistirahatkan tubuh sejenak, mengurangi aktivitas berat serta menjaga postur tubuh lebih ergonomis dapat mengurangi gejala dan tekanan pada saraf yang terjepit.
2. Terapi fisik
Terapi fisik seperti fisioterapi membantu memperbaiki postur tubuh, memperkuat otot di sekitar tulang belakang, dan meningkatkan fleksibilitas. Fisioterapi saraf kejepit bisa meliputi beberapa metode berikut:
- Latihan peregangan dan penguatan otot
- Terapi manual untuk saraf kejepit, menggunakan teknik tangan seperti pijat dan manipulasi contohnya chiropractic
- Menggunakan alat elektroterapi seperti TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri
Walau memiliki metode yang hampir sama, perbedaan pijat metode tradisional vs fisioterapi adalah pada terapisnya. Fisioterapi akan dilakukan oleh terapis pijat bersetifikat seperti fisioterapis atau chiropractor berlisensi, tentunya sudah memiliki pengalaman dan terpercaya.
Sehingga, risiko dan efek samping dapat diminimalisir dengan latihan pemulihan saraf kejepit yang benar dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh pasien.
3. Konsumsi obat pereda nyeri
Apabila nyeri yang dirasakan sudah cukup akut atau mengganggu keseharian, dokter bisa meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen untuk mengurangi gejala tersebut. Selain obat pereda nyeri, ada juga obat relaksan otot untuk meredakan gejala kejang otot.
4. Kompres dingin dan hangat
Mengompres area yang mengalami gejala dengan terapi es atau kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri saraf kejepit yang baru saja dialami. Sebab kompres ini dapat mencegah terjadinya peradangan dan pembengkakan.
Ketika rasa nyeri mulai berkurang, Anda bisa berganti dengan kompres hangat dengan menggunakan air panas. Fungsinya adalah untuk membantu otot yang berada di sekitar saraf terjepit dan mengalami nyeri atau tegang.
5. Olahraga ringan
Olahraga ringan seperti yoga, pilates, atau berenang dapat membantu memperbaiki fleksibilitas dan memperkuat otot tanpa memberikan tekanan berlebih pada saraf.
Umumnya jenis olahraga ini tidak termasuk dalam latihan fisioterapi. Akan tetapi jika rasa nyerinya cukup berat, maka dokter dapat merekomendasikan untuk melakukannya.
6. Injeksi kortikosteroid
Injeksi kortikosteroid juga dapat diberikan jika penanganan-penanganan di atas tidak berhasil atau tidak menunjukkan adanya gejala yang mereda, maka dokter bisa merekomendasikan untuk melakukan injeksi obat kortikosteroid.
Jenis pengobatan ini sangat efektif karena langsung diberikan pada area yang sakit, namun biasanya injeksi ini disarankan sebagai opsi terakhir penanganan pada saraf kejepit tanpa proses pembedahan.
7. Operasi
Jika sudah melakukan penanganan-penanganan di atas namun tidak juga menunjukkan hasil atau gejalanya semakin parah, maka operasi mungkin diperlukan untuk mengatasi tekanan pada saraf.
Operasi dapat dilakukan di rumah sakit spesialis saraf atau klinik yang menyediakan layanan tersebut.
Jadi, apakah saraf kejepit boleh diurut? Jawabannya tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan saraf kejepit Anda namun umumnya tidak disarankan karena dapat memperburuk cedera.
Pilihlah sejumlah alternatif lainnya yang lebih nyaman seperti istirahat, fisioterapi, obat-obatan, dan kompres dapat membantu meredakan gejala dengan aman. Jangan lupa untuk selalu menjaga postur tubuh, olahraga teratur, dan pola hidup sehat sehari-hari.
Atasi Nyeri Saraf Kejepit Tanpa Operasi Besar di Lamina
Nyeri saraf kejepit tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mengurangi kualitas hidup. Di Lamina Pain and Spine Center, kami menghadirkan solusi modern melalui prosedur Joimax—metode minimal invasif yang terbukti efektif, aman, dan meminimalkan risiko komplikasi.
Dengan teknologi canggih, prosedur ini membantu Anda pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas tanpa rasa sakit yang mengganggu.
Apa itu Prosedur Joimax?
Berbeda dengan operasi konvensional yang memerlukan sayatan lebar dan pemulihan panjang, Joimax menggunakan teknik presisi untuk mengatasi saraf kejepit dengan trauma minimal pada jaringan sekitar.
Hasilnya? Rasa nyeri pasca-prosedur lebih ringan, waktu penyembuhan lebih singkat, dan risiko komplikasi yang jauh lebih rendah.
Mengapa Memilih Joimax di Lamina Pain and Spine Center?
- Pemulihan Super Cepat
Dengan prosedur minimal invasif, pasien bisa kembali ke rutinitas normal dalam waktu singkat. Tidak perlu khawatir kehilangan produktivitas atau waktu berharga untuk istirahat berkepanjangan. - Efektivitas Terbukti secara Medis
Ribuan pasien di dunia telah merasakan pengurangan nyeri signifikan dan peningkatan kualitas hidup setelah menjalani Joimax. Data klinis kami menunjukkan tingkat keberhasilan tinggi dalam mengembalikan mobilitas dan kenyamanan hidup. - Dokter Ahli Bedah Tulang Belakang Berpengalaman
Tim medis Lamina terdiri dari spesialis tulang belakang dan saraf tersertifikasi yang telah menangani ratusan kasus saraf kejepit. Setiap perawatan dirancang personal sesuai kondisi pasien, memastikan solusi tepat dan efektif. - Teknologi Canggih untuk Keamanan Optimal
Fasilitas kami dilengkapi peralatan medis terkini yang memastikan prosedur berlangsung akurat dan aman. Inovasi teknologi menjadi prioritas untuk memberikan hasil terbaik bagi pasien. - Pendekatan Holistik untuk Hasil Maksimal
Kami tak hanya fokus pada gejala fisik, tetapi juga mempertimbangkan dampak psikologis dari nyeri kronis. Setiap rencana perawatan mencakup dukungan menyeluruh untuk memastikan pemulihan fisik dan mental. - Fasilitas Nyaman & Ramah Pasien
Ruang perawatan modern dan suasana tenang di Lamina dirancang untuk mendukung proses penyembuhan. Kami percaya, lingkungan yang nyaman turut mempercepat pemulihan.
Di Lamina Pain and Spine Center, kami yakin bahwa kesehatan tulang belakang adalah kunci hidup aktif dan berkualitas. Dengan Joimax, Anda tak perlu lagi takut pada operasi besar atau pemulihan panjang.
Segera Konsultasi!
Hubungi tim Lamina Pain and Spine Center via WhatsApp di 0811-8802-6621. Mulailah perjalanan menuju kehidupan bebas nyeri dan kembali rasakan kebebasan bergerak tanpa batas.